Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BAHAGIA Pictures resmi meluncurkan film drama keluarga terbaru mereka, Mengejar Restu, yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 11 Desember 2025.
Peluncuran ini ditandai dengan konferensi pers dan special screening eksklusif yang diselenggarakan di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, Sabtu (6/12).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pemain utama, termasuk pasangan suami istri Dhini Aminarti dan Dimas Seto, serta bintang pendukung seperti Hengky Tornando, Baby Zelvia, dan Ranty Purnamasari. Penulis skenario Titien Wattimena, serta Produser Dimas Luqman dan Novandrian juga turut hadir.
Mengejar Restu merupakan drama keluarga yang menyoroti perjuangan cinta, pentingnya restu, dan keteguhan perempuan dalam menghadapi berbagai tekanan hidup.
Film ini mengajak penonton untuk merenungkan arti restu sejati, bukan hanya dari orang lain, tetapi juga dari hati yang tulus.
Film ini berkisah tentang Dania (Dhini Aminarti) dan Faiz (Dimas Seto), pasangan suami istri yang rumah tangganya diuji oleh dinamika dan tekanan dari keluarga besar.
Faiz harus menghadapi keputusan sulit yang dipengaruhi latar belakang keluarganya. Sementara itu, Dania berjuang untuk memilih antara mempertahankan nilai-nilai keluarga besar suaminya atau memperjuangkan kebahagiaan rumah tangganya sendiri.
Di tengah konflik ini, perjalanan Dania menunjukkan keteguhan seorang perempuan yang mampu bangkit dan menjadi lebih kuat.
Film ini dibintangi aktor dan aktris dengan kemampuan akting mendalam. Selain Dhini Aminarti dan Dimas Seto, jajaran pemain juga meliputi Anantya Kirana sebagai Arumi, Citra Kirana sebagai Bella, Rezky Aditya, Hengky Tornando sebagai KH Abdullah Syakir, Baby Zelvia sebagai Nyai Fatimah, dan Ranty Purnamasari sebagai Hj. Aisyah.
Film ini menampilkan sentuhan otentik dengan melibatkan empat pasangan suami istri nyata, yaitu Dimas Seto & Dhini Aminarti, Arie Untung & Fenita Jayanti, Rezky Aditya & Citra Kirana, serta Hengky Tornando & Baby Zelvia.
Dalam sesi konferensi pers, Dhini Aminarti mengungkapkan pengalamannya beradu akting dengan sang suami, Dimas Seto, yang dinilai memperkaya proses kreatif.
"Enaknya syuting sama pasangan, kami bisa bedah skenario bareng. Aku sering nanya Mas Dimas, dan Mas Dimas pun memberi masukan, terutama soal ekspresi emosional. Dari situlah muncul berbagai ragam ekspresi Dania saat menangis, baik ketika ia bahagia maupun saat terluka," ujar Dhini.
Ia menambahkan bahwa bekerja satu frame dengan pasangan hidup justru membantu mereka mengolah rasa dan emosi bersama.
Produser Bahagia Pictures, Novandrian, menyampaikan bahwa peluncuran ini bertujuan untuk menjalin kerja sama strategis dengan media.
"Melalui acara hari ini, kami berharap para jurnalis memahami pesan, tema, dan proses kreatif di balik Mengejar Restu," pungkasnya. (Z-1)
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved