Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pandji Pragiwaksono Tegaskan Etika Komedi The Founder5 Berlandaskan Niat Menghibur

Basuki Eka Purnama
06/12/2025 07:47
Pandji Pragiwaksono Tegaskan Etika Komedi The Founder5 Berlandaskan Niat Menghibur
Komika Pandji Pragiwaksono(Instagram @thefounder5_)

KOMIKA dan bagian dari The Founder5, Pandji Pragiwaksono, angkat bicara perihal etika dalam penggunaan materi sensitif dalam stand-up comedy, khususnya menjelang pementasan The Founder5 II: Unfinished Business.

Pandji menanggapi isu mengenai candaan yang berpotensi menyentil seseorang, seperti kasus Raditya Dika yang sempat menjadi sasaran bullying di panggung The Founder5 karena mengaku sebagai seorang introvert. 

Ia menegaskan bahwa niat menghibur adalah landasan utama materi komedi yang dibawakan oleh para komedian profesional di The Founder5.

“Selama kami percaya bahwa niatnya baik, datang dari tempat yang baik, keluaran (output)-nya juga baik,” kata Pandji, dikutip Sabtu (6/12)

Tanggung Jawab dan Permintaan Maaf

Meski didasari niat baik, Pandji menyadari bahwa materi lawakan, terutama yang mengangkat situasi privat atau keresahan pribadi, berpotensi memicu kesalahpahaman. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya tanggung jawab.

Pandji menegaskan para founder harus siap bertanggung jawab apabila materi yang dibawakan melenceng dari konteks. 

Ia juga menyatakan kesediaan untuk meminta maaf jika candaan tersebut disalahartikan oleh penonton yang bukan berprofesi sebagai performer komedi.

“Kalau pada akhirnya ada yang salah tangkap atau keluar konteks, tentu sebagai seseorang yang cuma kepingin bikin orang ketawa, harus bersedia untuk meminta maaf,” tegasnya. 

Kesiapan ini menjadi bentuk profesionalisme dalam berkesenian.

Konsep Trifecta di Unfinished Business

The Founder5 II: Unfinished Business akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 14 Desember mendatang. Pandji mengungkapkan bahwa materi lawakan yang akan dibawakan akan mengangkat isu-isu yang sangat kekinian, meskipun detail spesifiknya masih dirahasiakan.

Pertunjukan kali ini mengusung konsep Trifecta, yaitu perpaduan antara stand-up comedy, sketsa, dan improvisasi. Format ini menuntut sinergi yang kuat antara tim inti The Founder5 dengan para bintang tamu agar lawakan yang disampaikan dapat memancing tawa penonton tanpa menyinggung siapa pun di atas panggung.

Untuk mendukung konsep ini, The Founder5 menggandeng sejumlah talenta baru. 

“Semuanya profesional,” ujar Pandji. 

Ia menambahkan bahwa penambahan Hifdzi Khoir (yang tidak bermain tahun lalu), serta Ummi Quary dan Mister Aloy (Aldi Renaldi), dilakukan karena melihat perkembangan luar biasa dari talenta mereka.

Penambahan elemen sketsa dan improvisasi ini menjadi upaya para komedian untuk terus berinovasi, sembari mempertahankan misi utama mereka: membuat penonton tertawa. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik