Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Krisis Politik Venezuela Picu Lonjakan Harga Emas dan Perak

Insi Nantika Jelita
05/1/2026 09:33
Krisis Politik Venezuela Picu Lonjakan Harga Emas dan Perak
Ilustrasi--Pengunjung tengah memilih perhiasan emas di gerai emas Galeri 24, Jakarta, (27/10/2025)(MI/Usman Iskandar)

HARGA Emas dan perak global menguat seiring para investor mencari keamanan pada logam mulia untuk menangkal meningkatnya risiko geopolitik menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS).

Harga emas spot naik hingga 2,1% pada Senin (5/1), menembus di atas US$4.420 per troy ons. Harga perak juga melonjak 4,8%. 

Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya berencana mengendalikan Venezuela setelah menyingkirkan Maduro, sehingga masa depan tata kelola negara Amerika Selatan itu menjadi tidak pasti. 

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington akan menggunakan pengaruh atas pengelolaan minyak untuk memaksa perubahan lebih lanjut.

“Pasar kini dipaksa untuk menilai ulang bukan hanya risiko Venezuela tetapi juga ketidakpastian AS dan jangkauan militernya,” kata Nicky Shiels, kepala riset di penyuling logam mulia MKS Pamp SA dikutip dari Bloomberg.

Harga emas baru saja mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979 dengan serangkaian rekor sepanjang tahun lalu. Hal ini didukung dengan pembelian bank sentral dan arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa berbasis emas batangan. 

Kemudian, tiga kali pemangkasan suku bunga berturut-turut oleh Federal Reserve AS (The Fed) juga menjadi pendorong bagi kenaikan harga logam mulia.

"Ketegangan di Venezuela secara moderat menambah latar belakang risiko geopolitik di luar isu terkait perdagangan,” kata Ahmad Assiri, seorang analis dari Pepperstone Group Ltd., seraya menambahkan bahwa ia memperkirakan adanya urgensi yang lebih besar dari investor Amerika Latin untuk melakukan diversifikasi ke emas. 

“Penahanan Maduro telah menciptakan preseden yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Di antara bank-bank besar, juga terdapat dukungan untuk kenaikan lanjutan harga emas tahun ini, terutama dengan The Fed yang diperkirakan akan memberikan penurunan suku bunga tambahan dan Trump membentuk ulang kepemimpinan bank sentral AS. 

Goldman Sachs Group Inc. mengatakan bulan lalu bahwa skenario dasarnya adalah harga emas reli menuju US$4.900 per troy ons, dengan risiko peningkatan.

Menambah dukungan lebih lanjut bagi emas, perekonomian AS menghadapi risiko jangka panjang yang ditimbulkan oleh meningkatnya utang federal, menurut sebuah panel tokoh ekonomi yang berbicara pada Minggu. 

Janet Yellen, mantan ketua The Fed dan menteri keuangan, mengatakan prasyarat untuk dominasi fiskal semakin menguat, di mana besarnya utang mendorong bank sentral untuk menjaga suku bunga tetap rendah guna meminimalkan biaya pembayaran.

Harga perak yang reli bahkan lebih kuat dibandingkan emas tahun lalu, menembus level yang hingga baru-baru ini tampak tak terbayangkan kecuali bagi para pengamat pasar yang paling antusias. 

Selain faktor-faktor yang mendukung emas, perak juga diuntungkan oleh kekhawatiran berkelanjutan bahwa pemerintahan AS pada akhirnya dapat memberlakukan tarif impor atas logam olahan tersebut. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya