Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Jepang Hati-Hati Tanggapi Permintaan AS soal Pengawalan Tanker

Ferdian Ananda Majni
15/3/2026 15:56
Jepang Hati-Hati Tanggapi Permintaan AS soal Pengawalan Tanker
Selat Hormuz(Dok. Google Maps)

PEMERINTAH Jepang mempertimbangkan pengiriman kapal perang ke Selat Hormuz setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta sekutu membantu mengawal tanker minyak di tengah konflik dengan Iran yang memicu lonjakan harga energi global.

Ketegangan di kawasan Teluk masih berlangsung dua pekan setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. 

Konflik itu mendorong lonjakan harga minyak global setelah Teheran menutup Selat Hormuz, yakni jalur vital bagi distribusi energi dunia serta menyerang sejumlah fasilitas energi di kawasan.

Trump sebelumnya menyatakan Angkatan Laut AS akan mulai mengawal kapal tanker di perairan tersebut, lalu meminta dukungan dari negara-negara mitra. 

Permintaan ini memicu diskusi internal di Tokyo mengenai kemungkinan keterlibatan militer Jepang.

Penasihat kebijakan senior Jepang Takayuki Kobayashi mengatakan keputusan untuk mengirim kapal perang memiliki ambang yang sangat tinggi. 

"Kami tengah mempertimbangkan mengirim kapal Angkatan Laut Jepang ke kawasan tersebut berdasarkan hukum Jepang yang berlaku saat ini," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa secara hukum pengiriman tersebut dimungkinkan, tetapi situasi konflik yang masih berlangsung membuat keputusan harus diambil dengan sangat hati-hati.

Bagi Jepang, pengerahan Pasukan Bela Diri ke luar negeri merupakan isu sensitif secara politik. Negara itu menganut prinsip pasifisme pasca-Perang Dunia II dan banyak warga mendukung konstitusi 1947 yang menolak perang sebagai alat kebijakan negara.

Perdana Menteri Sanae Takaichi sebelumnya juga menegaskan belum ada keputusan resmi terkait kemungkinan pengiriman kapal perang ke Timur Tengah untuk mengawal tanker minyak.

Takaichi dijadwalkan berkunjung ke Washington pekan ini untuk bertemu Trump. Pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas berbagai isu, termasuk keamanan kawasan Asia-Pasifik serta konflik Iran.

Menurut Kobayashi, kunjungan itu diharapkan dapat memperjelas maksud seruan Trump agar negara-negara lain ikut memperkuat pengamanan Selat Hormuz. 

Ia juga menilai dialog Tokyo-Washington penting untuk memastikan tidak terjadi kekosongan dalam kerangka keamanan di Asia Timur.  (AFP/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya