Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI di perairan Teluk dan Selat Hormuz mencapai titik didih pada Kamis (12/3) setelah serangkaian serangan sabotase menghantam sejumlah kapal tanker dan kargo. Insiden ini mengakibatkan satu awak kapal tewas, beberapa lainnya hilang, dan memicu kebakaran hebat di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Pejabat pelabuhan Irak mengonfirmasi bahwa dua kapal utama yang menjadi sasaran adalah kapal Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall dan kapal tanker Zefyros berbendera Malta yang memuat bahan bakar dari Irak. Tim penyelamat dilaporkan telah mengevakuasi 25 awak kapal, namun satu jenazah awak kapal asing ditemukan di perairan sekitar lokasi.
Direktur Jenderal General Company for Ports of Iraq, Farhan al-Fartousi, menyatakan bahwa api masih berkobar di kedua kapal tersebut hingga Kamis siang. Akibat insiden ini, otoritas Irak mengambil langkah drastis dengan menghentikan sementara operasional di pelabuhan minyak.
"Operasi di pelabuhan minyak dihentikan sementara setelah serangan itu untuk mitigasi risiko, sementara pelabuhan komersial tetap beroperasi," ujar al-Fartousi sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Koresponden Al Jazeera di Baghdad, Mahmoud Abdelwahed, melaporkan bahwa pemerintah Irak memandang insiden ini sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan negara karena terjadi di dalam perairan teritorial mereka.
Ketegangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia, semakin memanas setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memberikan pernyataan melalui Tasnim News Agency. IRGC mengindikasikan bahwa pejuang Iran terlibat langsung dalam penembakan kapal-kapal tersebut.
Laporan intelijen menyebutkan adanya dugaan pemasangan belasan ranjau di jalur pelayaran tersebut oleh pihak Iran. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukan Amerika telah menyerang setidaknya 28 kapal Iran yang diduga menyebarkan ranjau di kawasan strategis tersebut.
Selain di perairan Irak, serangan juga menyasar kapal-kapal di wilayah lain:
Meski risiko keamanan meningkat tajam, Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menolak permintaan dari industri pelayaran untuk memberikan pengawalan militer di Selat Hormuz. Sumber internal menyebutkan bahwa risiko konfrontasi langsung saat ini dinilai terlalu tinggi bagi armada AS. (Z-10)
Garda Revolusi Iran menunggu langkah AS yang berencana mengawal kapal di Selat Hormuz. Ketegangan kawasan membuat lalu lintas kapal di jalur energi dunia itu menurun.
Kapal tanker Prima dihantam drone kamikaze Iran di Selat Hormuz (7/3) setelah abaikan peringatan IRGC di tengah blokade total jalur energi dunia selama 8 hari.
Pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.
Para pejabat militer Iran mengatakan mereka telah sepenuhnya memutus lalu lintas di jalur air penting tersebut, yang dilalui oleh seperlima pasokan minyak mentah dunia.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak langsung pada rantai pasok energi global.
IRAK menghentikan seluruh operasi di pelabuhan minyaknya setelah serangan kapal tanker di kawasan Teluk Arab. Insiden tersebut menambah ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Iran
Pemerintah Thailand panggil Dubes Iran, setelah Kapal bulk carrier Thailand, Mayuree Naree, terbakar setelah dihantam proyektil. Tiga kru diduga terjebak di ruang mesin.
Serangan drone dan rudal Iran hantam berbagai negara Teluk. Harga minyak dunia dekati US$100 per barel di tengah kekacauan jalur energi global.
AMERIKA Serikat (AS) memperingatkan warga sipil Iran untuk menjauhi pelabuhan di sekitar Selat Hormuz di tengah rencana serangan baru.
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa dua dari empat kapal milik perusahaan telah berhasil meninggalkan kawasan Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved