Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Selat Hormuz Memanas! Kapal Tanker Diserang, Awak Kapal Meninggal

Ferdian Ananda Majni
12/3/2026 13:50
Selat Hormuz Memanas! Kapal Tanker Diserang, Awak Kapal Meninggal
Selat hormuz kian memanas.(Dok. AFP)

SITUASI di perairan Teluk dan Selat Hormuz mencapai titik didih pada Kamis (12/3) setelah serangkaian serangan sabotase menghantam sejumlah kapal tanker dan kargo. Insiden ini mengakibatkan satu awak kapal tewas, beberapa lainnya hilang, dan memicu kebakaran hebat di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Pejabat pelabuhan Irak mengonfirmasi bahwa dua kapal utama yang menjadi sasaran adalah kapal Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall dan kapal tanker Zefyros berbendera Malta yang memuat bahan bakar dari Irak. Tim penyelamat dilaporkan telah mengevakuasi 25 awak kapal, namun satu jenazah awak kapal asing ditemukan di perairan sekitar lokasi.

Lumpuhkan Operasional Pelabuhan Minyak

Direktur Jenderal General Company for Ports of Iraq, Farhan al-Fartousi, menyatakan bahwa api masih berkobar di kedua kapal tersebut hingga Kamis siang. Akibat insiden ini, otoritas Irak mengambil langkah drastis dengan menghentikan sementara operasional di pelabuhan minyak.

"Operasi di pelabuhan minyak dihentikan sementara setelah serangan itu untuk mitigasi risiko, sementara pelabuhan komersial tetap beroperasi," ujar al-Fartousi sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Koresponden Al Jazeera di Baghdad, Mahmoud Abdelwahed, melaporkan bahwa pemerintah Irak memandang insiden ini sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan negara karena terjadi di dalam perairan teritorial mereka.

Klaim Keterlibatan Iran dan Penggunaan Ranjau

Ketegangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia, semakin memanas setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memberikan pernyataan melalui Tasnim News Agency. IRGC mengindikasikan bahwa pejuang Iran terlibat langsung dalam penembakan kapal-kapal tersebut.

Laporan intelijen menyebutkan adanya dugaan pemasangan belasan ranjau di jalur pelayaran tersebut oleh pihak Iran. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukan Amerika telah menyerang setidaknya 28 kapal Iran yang diduga menyebarkan ranjau di kawasan strategis tersebut.

Rentetan Serangan Terhadap Kapal Internasional

Selain di perairan Irak, serangan juga menyasar kapal-kapal di wilayah lain:

  • Mayuree Naree (Thailand): Terkena dua proyektil di Selat Hormuz, mengakibatkan kebakaran di ruang mesin. Tiga awak kapal dilaporkan hilang.
  • ONE Majesty (Jepang): Mengalami kerusakan ringan akibat proyektil di dekat Ras Al-Khaimah, UEA.
  • Star Gwyneth (Kepulauan Marshall): Lambung kapal rusak akibat proyektil di barat laut Dubai.
  • Kapal Kontainer (Jebel Ali): Terkena proyektil tak dikenal yang memicu kebakaran kecil di utara Uni Emirat Arab.

Meski risiko keamanan meningkat tajam, Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menolak permintaan dari industri pelayaran untuk memberikan pengawalan militer di Selat Hormuz. Sumber internal menyebutkan bahwa risiko konfrontasi langsung saat ini dinilai terlalu tinggi bagi armada AS. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya