Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Pemerintah Thailand Panggil Dubes Iran Setelah Kapal Tanker Dihantam Rudal di Selat Hormuz

Thalatie K Yani
12/3/2026 13:11
Pemerintah Thailand Panggil Dubes Iran Setelah Kapal Tanker Dihantam Rudal di Selat Hormuz
Pemerintah Thailand panggil Dubes Iran, setelah Kapal bulk carrier Thailand, Mayuree Naree, terbakar setelah dihantam proyektil. Tiga kru diduga terjebak di ruang mesin.(Thai Royal Navy)

PEMERINTAH Thailand secara resmi memanggil Duta Besar Iran setelah sebuah kapal berbendera Thailand, Mayuree Naree, dihantam proyektil misterius di dekat Selat Hormuz pada Rabu lalu. Insiden ini mengakibatkan tiga awak kapal hilang dan memicu protes diplomatik keras dari Bangkok.

Kronologi Serangan dan Upaya Penyelamatan

Kapal bulk carrier tersebut sedang dalam perjalanan melintasi jalur pelayaran vital setelah bertolak dari pelabuhan Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA). Menurut laporan perusahaan transportasi Thailand, Precious Shipping, kapal dihantam oleh dua proyektil pada Rabu pagi yang menyebabkan ledakan dan kebakaran hebat di ruang mesin.

"Tiga anggota kru dilaporkan hilang dan diyakini terjebak di ruang mesin," ungkap pihak perusahaan dalam pernyataan resminya.

Direktur Pelaksana Precious Shipping, Khalid Hashim, mengonfirmasi kepada AFP pada Kamis bahwa upaya pencarian masih menemui jalan buntu. "Sayangnya, kondisinya masih sama. Kami masih belum bisa mengerahkan siapa pun untuk naik ke atas kapal kami, meskipun api telah dipadamkan. Kami sedang mencoba berbagai cara untuk bisa masuk ke atas kapal," jelasnya melalui email.

Intervensi Angkatan Laut dan Klaim Iran

Dari total 23 kru yang semuanya merupakan warga negara Thailand, 20 orang berhasil dievakuasi menggunakan sekoci dan diselamatkan oleh Angkatan Laut Oman.

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran pada Rabu mengeklaim telah menyerang Mayuree Naree serta sebuah kapal berbendera Liberia di selat tersebut. Pihak Iran berdalih bahwa serangan dilakukan karena kapal-kapal tersebut mengabaikan "peringatan" yang diberikan.

Reaksi Diplomatik Thailand

Menanggapi kekerasan terhadap kapal komersial ini, Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan bahwa seluruh kapal Thailand kini telah meninggalkan area Selat Hormuz. Wakil Juru Bicara Kementerian, Panidol Patchimsawat, menegaskan bahwa pemerintah telah mengajukan protes resmi.

"Mohon yakini bahwa kami sedang dalam misi untuk menemukan tiga orang yang hilang tersebut," tegas Panidol kepada wartawan pada Kamis.

Dampak pada Krisis Energi Global

Insiden yang menimpa Mayuree Naree adalah satu dari enam serangan terhadap kapal di jalur pelayaran utama tersebut dalam dua hari terakhir. Sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu memicu perang di Timur Tengah, Republik Islam tersebut mulai meluncurkan serangan balasan terhadap tetangga pengekspor minyaknya.

Konflik ini mengancam keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur krusial yang dilewati seperlima pasokan minyak global, dan menjerumuskan ekonomi energi dunia ke dalam krisis yang semakin dalam. (AFP/CNN/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya