Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas mengalami kenaikan tipis pada Kamis (1/2) pagi setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan. Analisis dari Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer menyebutkan kondisi pasar emas masih menguntungkan bagi investor, dengan potensi kenaikan yang signifikan.
Harga emas diperkirakan cenderung terus naik seiring dengan pengaruh positif sebelum rilis berita Federal Open Market Committee (FOMC).
Meski FOMC menunjukkan sedikit penguatan terhadap dolar AS (USD), harga emas masih menunjukkan tren kenaikan yang tidak terpengaruh secara signifikan oleh penguatan USD.
Baca juga : Harga Emas Naik karena Data Ekonomi AS yang Melemah
"Potensi kenaikan emas masih cukup besar, dan beberapa investor masih fokus pada emas sebagai safe haven dibandingkan dengan USD," kata Fischer, Kamis (1/2).
Dalam rangkuman harga emas hari ini, harga emas spot naik tipis sebesar 0,05% menjadi US$2.040,36 per ons troy pada pukul 07.11 WIB.
Sementara itu, harga emas berjangka terlihat turun menjadi US$2.057,50 per ons troy. Meski demikian, kedua instrumen ini tetap mengalami kenaikan sebanyak 0,2% pada sesi Rabu sebelumnya.
Baca juga : Investor Cermati Data Inflasi AS, Rapat Petinggi Tiongkok, dan Pertemuan BoJ
Dalam sesi Comex Rabu, perak untuk penyerahan Maret mengalami penurunan sebesar 1,14%, diperdagangkan di US$22,96 per troy ons.
Tembaga untuk penyerahan Maret juga turun 0,54%, diperdagangkan ke US$3,89 per pon. Gejolak pergerakan emas dan logam lainnya terjadi seiring keputusan the Fed terkait suku bunga.
Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga pada Kamis (1/2) dini hari WIB, dengan mengindikasikan sikap hati-hati terkait pemangkasan suku bunga.
Baca juga : Ini Sederet Data Penting Kinerja Ekonomi Dunia yang Dinanti Investor
Meskipun ada isyarat bahwa inflasi melambat, Fed menegaskan bahwa keputusan kebijakan di masa depan akan tergantung pada data yang masuk.
Ketua Fed Jerome Powell menyatakan tingkat kepercayaan diri untuk menurunkan suku bunga pada bulan Maret masih rendah. Meski peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Maret menurun, beberapa ekonom masih mempertahankan harapan pemangkasan suku bunga lebih awal.
Dengan demikian, Fischer menggarisbawahi bahwa harga emas masih memiliki potensi kenaikan, didukung oleh kebijakan moneter yang stabil dari Federal Reserve dan ketidakpastian ekonomi global.
Baca juga : Emas Tetap Menjanjikan Tahun ini Bergantung Tiga Hal
"Investor diharapkan untuk terus memantau perkembangan pasar dan data ekonomi yang dapat mempengaruhi harga emas ke depan," kata Fischer. (Z-4)
Program ini berlangsung selama satu tahun penuh, mulai dari 15 Januari hingga 31 Desember 2026.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan OTT di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi setelah mencatat reli kuat sebelumnya.
Prediksi harga emas Antam untuk Jumat, 30 Januari 2026. Tren bullish berlanjut, harga diproyeksikan tembus Rp3,2 juta per gram menyusul rekor global.
Harga emas Antam diprediksi kembali menguji rekor baru pada Kamis (29/1). Simak analisis lengkap pengaruh rapat The Fed dan penguatan Rupiah di sini.
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Keterlibatan investor asing turut dipertimbangkan seiring keterbatasan teknologi nasional dan masih berlangsungnya penyusunan regulasi karbon biru di Indonesia.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerima sejumlah investor institusional dan pelaku industri keuangan di Jakarta, Selasa (3/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved