Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Harga Emas Fluktuatif, Logam Mulia Bisa Sentuh Rp3,15 Juta

Insi Nantika Jelita
08/3/2026 13:59
Harga Emas Fluktuatif, Logam Mulia Bisa Sentuh Rp3,15 Juta
Petugas mengecek harga emas batangan pada Bazar Emas Pegadaian di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (30/1/2026).(Antara/Basri Marzuki)

HARGA emas diproyeksikan masih bergerak fluktuatif seiring dinamika harga emas dunia yang berpotensi menembus level resistance dalam waktu dekat. Jika tren penguatan berlanjut, harga logam mulia di pasar domestik diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp3,15 juta per gram dalam beberapa waktu ke depan.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan perdagangan harga emas dunia pada Sabtu (8/3) pagi ditutup di US$5.171 per ons troi. Sementara itu, harga logam mulia domestik ditutup di Rp3.059 juta per gram.

Ia menjelaskan, apabila harga emas dunia mengalami penurunan hingga support pertama di level US$5.095 per ons troi, kemungkinan besar logam mulia akan ditransaksikan di kisaran Rp3.030.000 per gram. Kemudian, jika harga emas dunia turun ke support kedua di US$4.959 per ons troi, harga logam mulia berpotensi berada di sekitar Rp2.900.000 per gram.

Sebaliknya, apabila harga emas dunia naik ke resistance pertama di US$5.229 per ons troi, harga logam mulia pada perdagangan Senin berpeluang berada di level Rp3.095.000 per gram.

"Apabila dalam satu minggu harga emas dunia naik di resistance kedua di US$5.395 per ons troi, kemungkinan besar logam mulianya di Rp3.150.000 per gram," kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Minggu (8/3).

Lebih lanjut, ia menilai pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh pergerakan indeks dolar AS. Dalam sepekan ke depan, indeks dolar (DXY) diperkirakan bergerak pada level support di 97,60 dan resistance di 99,30. Menurutnya, fluktuasi harga emas dunia dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kondisi geopolitik, dinamika politik Amerika Serikat, perang dagang, serta kebijakan bank sentral Amerika.

Ibrahim menyoroti faktor geopolitik sebagai salah satu pendorong utama pergerakan harga emas. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel disebut semakin meningkat dari hari ke hari. Konflik yang terjadi juga melibatkan kelompok oposisi seperti suku Kurdi yang diminta Amerika untuk melawan Iran, meskipun pada akhirnya pasukan Kurdi tersebut berhasil dilumpuhkan.

"Di samping itu pun harga emas dunia dijadikan sebagai safe haven," kata Ibrahim.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga emas. Menurutnya, harga crude oil berpotensi menyentuh level US$100 per barel. Brent crude oil berpeluang mencapai US$150 per barel. Kenaikan harga minyak tersebut dipicu oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang menyebabkan pasokan minyak global terganggu. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya