Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA investasi di Indonesia terus mengalami persoalan klasik yang selalu berulang dan tak kunjung usang. Rezim datang silih berganti, tetapi praktik premanisme dan proses perizinan yang amat ruwet di sektor investasi masih saja terjadi.
Selama 10 tahun memerintah, Presiden Joko Widodo berulang kali mengeluhkan sistem perizinan Indonesia yang berbelit-belit, teramat panjang dan lama. Ia juga sudah memerintahkan para menteri serta jajaran birokrasi dan BUMN agar perizinan dibuat cepat dan mudah.
Sejumlah terobosan telah dihadirkan. Salah satunya dengan membentuk empat jenis satgas percepatan pelaksanaan berusaha pada 2017 serta meluncurkan sistem online single submission (OSS) berbasis risiko pada 9 Agustus 2021.
Namun, apa yang telah dikebut oleh rezim terdahulu rupanya belum mampu membasmi persoalan klasik. Seakan-akan negeri ini terperangkap dalam lingkaran masalah yang enggan berputar maju ke depan. Investor datang membawa harapan, tetapi pulang dengan kesedihan.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan temuan mengejutkan terkait dengan besarnya nilai investasi yang tidak terealisasi (unrealized investment) selama pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Angkanya berkisar Rp1.500 triliun hingga Rp2.000 triliun. Menurut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, penyebab unrealized investment ialah persoalan perizinan, tidak kondusifnya iklim investasi, hingga kebijakan yang tumpang tindih.
Pernyataan itu disampaikan Todotua saat memberikan sambutan dalam konsultasi publik Rancangan Peraturan Investasi dan Hilirisasi pada 3 Juli 2025. Sebulan sebelumnya, ia mengeluhkan hal serupa ketika menghadiri Munas Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).
Keluhan yang disampaikannya pada Munas HKI dan ajang konsultasi publik rupanya tidak berhenti sampai di situ. Dalam Forum Investasi Nasional 2025, Todotua menyatakan pemerintah sampai babak belur dalam menata kembali perizinan investasi di Indonesia.
Ia juga menyinggung maraknya praktik premanisme yang membuat iklim investasi tidak kondusif. Menurut dia, kondisi tersebut telah berlangsung lama dan memerlukan konsolidasi besar-besaran di semua lini pemerintahan.
Pernyataan Todotua yang terus diulang di berbagai forum dapat dimaknai oleh publik sebagai penegasan betapa beratnya persoalan yang mesti dihadapi. Hal itu sekaligus menjadi isyarat bahwa perbaikan tidak bisa lagi ditunda.
Kita tentu mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menuntaskan berbelitnya perizinan, premanisme, dan pungutan liar (pungli) yang menjadi benalu menahun investasi kita. Itu disebabkan ketiga hal tersebut merupakan faktor utama meningkatnya biaya dan risiko dalam proses investasi di Indonesia.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa persoalan keamanan terkait dengan biaya perizinan ilegal serta berbelitnya perizinan selalu menjadi keluhan para investor, baik di dalam maupun luar negeri. Itulah yang membedakan Indonesia dengan dua negara tetangga, Malaysia dan Vietnam.
Banyaknya investor memilih negara tetangga bisa diihat dari biaya investasi atau incremental capital output ratio (ICOR) Indonesia yang masih terbilang tinggi (5,79) sehingga tidak efisien jika dibandingkan dengan Vietnam (4,6) dan Malaysia (4,5).
ICOR merupakan parameter yang menunjukkan efisiensi investasi di suatu negara. Semakin kecil angkanya, semakin efisien biaya investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tertentu.
Dengan becermin dari hal tersebut, tidak ada lagi ruang untuk menunda. Temuan unrealized investment sebesar Rp2.000 triliun hingga pengakuan bahwa pemerintah babak belur dalam menata perizinan ialah lonceng bahaya yang harus direspons segera.
Reformasi birokrasi tidak boleh hanya menjadi wacana, pemberantasan pungli dan praktik premanisme juga jangan setengah-setengah. Tanpa keseriusan, seluruh upaya pembangunan dengan mimpi pertumbuhan ekonomi tinggi hanya akan menjadi cerita indah dan angan-angan belaka.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved