Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Reformasi Melawan Mati Suri

22/5/2025 05:00

REFORMASI Indonesia bukanlah epos, apalagi dongeng romantisme masa lalu. Ia merupakan fakta sejarah yang tulen tentang perlawanan terhadap tirani. Pada 1998, masyarakat yang dimotori kelompok mahasiswa turun ke jalan menjatuhkan Presiden Soeharto dari tampuk kekuasaan.

Pak Harto dilengserkan bersamaan dengan kekuasaan Orde Baru yang dianggap otoriter dan dinilai membawa Indonesia pada perangkap korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Demokrasi tidak diberi tempat. Represi terjadi di berbagai lini. Kekuasaan dijaga dengan wajah angker dan militeristik.

Dengan kekuasaan yang monolitik dan sentralistik itu, menjelang kejatuhannya, rezim Orde Baru malah gagal membawa Indonesia keluar dari krisis moneter 1997-1998. Inflasi meroket, banyak perusahaan bangkrut, nilai tukar rupiah anjlok dari Rp2.400 menjadi sekitar Rp16.000 per dolar Amerika Serikat.

Ketika kekuasaan Orde Baru runtuh, rezim selanjutnya berusaha membangun kembali kepingan-kepingan bangunan besar bernama Indonesia itu. Dwifungsi ABRI dipereteli, militer kembali ke tugas utama menjaga kedaulatan negara, dan Polri ditempatkan sebagai institusi berwajah sipil.

Untuk memberantas praktik rasuah yang menggurita, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk dan Kejaksaan Agung diperlengkapi agar semakin garang melawan kejahatan keuangan. Kekuasaan kehakiman, dalam hal ini Mahkamah Agung, dibuat bebas dan terpisah dari kekuasaan eksekutif.

Kini, reformasi sudah berusia 27 tahun. Ibarat manusia, ia sudah bukan lagi remaja, apalagi kanak-kanak, melainkan telah menjelma orang dewasa. Pada usia yang terbilang matang, kita seharusnya melihat bekerjanya demokrasi yang substansial, hukum menganut prinsip imparsial, dan ekonomi tumbuh pesat.

Kenyataannya, reformasi tidak kunjung tangguh. Hari-hari ini reformasi tampak mulai merapuh. Ia justru terombang-ambing di antara kepentingan elite, digenggam oleh kekuasaan yang elitis, dan perlahan seperti menjauh dari cita-cita awal.

Harus jujur kita katakan bahwa peringatan 27 tahun reformasi ditandai dengan sejumlah kemunduran, terutama melemahnya supremasi sipil, redupnya upaya pemberantasan korupsi, dan kian menjangkitnya pragmatisme politik.

Dari sisi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2024, Indonesia mengantongi skor 37 dari 100 dan berada di urutan 99 dari 180 negara. Ini bukanlah prestasi yang patut dibanggakan apalagi dirayakan, melainkan harus diratapi untuk kemudian dibenahi.

Soal otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah (pilkada), juga masih jauh dari kata menggembirakan. Bahkan yang terbaru, seluruh kontestan Pilkada Barito Utara 2024 sampai harus didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi karena terbukti melakukan politik uang. Pragmatisme politik dijalankan secara terang-terangan.

Meski diwarnai pelemahan dari banyak sisi, proses demokratisasi yang menjadi amanat reformasi tidak boleh berhenti apalagi mundur. Demokrasi harus terus dihela dan diperjuangkan. Kita wajib membangkitkan kembali semangat reformasi sebelum ia benar-benar terlupakan.

Jangan sampai reformasi Indonesia menjadi punah, ibarat hewan purba yang hanya bisa dicari dan dibayangkan melalui buku-buku cerita. Jika tidak dijaga dan diperjuangkan secara aktif, reformasi akan mati bahkan mungkin terlupakan jauh dari kenangan. Dalam spirit menghidupkan reformasi itulah kita peringati hari jadinya yang ke-27 tahun.

 



Berita Lainnya
  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik