Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Pemerintah Jangan Tutup Mata

15/3/2025 05:00

PEMERINTAH berkeras deflasi yang terjadi di dua bulan pertama tahun ini disebabkan oleh kebijakan yang diambil pengambil keputusan. Pemerintah menolak mentah-mentah narasi yang berkembang selama ini bahwa pelemahan daya belilah yang menyebabkan deflasi.

“Turun (deflasi) itu karena policy, bukan karena permintaannya tidak ada,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/3).

Pemerintah boleh-boleh saja ngotot dengan keyakinan bahwa deflasi pada Januari dan Februari 2025 dipicu oleh kebijakan yang diambil pengambil keputusan. Namun, semestinya pemerintah juga tak boleh tutup mata dengan fakta-fakta memilukan yang terpampang dalam dua bulan ini.

Apakah fakta-fakta itu? Pertama, data Indeks Penjualan Riil (IPR) Bank Indonesia pada Januari 2025 yang tercatat sebesar 211,5 atau secara bulanan mengalami kontraksi sebesar 4,7%. Data itu bisa menjadi acuan lain penurunan daya beli masyarakat.

Begitu pula hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari 2025. Meskipun tetap kuat, indeks keyakinan konsumen (IKK) pada bulan tersebut menunjukkan perlambatan dari bulan sebelumnya, yakni dari 127,2 pada Januari menjadi 126,4 pada Februari.

Lalu, data dari APBN KiTa, APBN Kinerja dan Fakta untuk edisi Februari 2025 mencatatkan pendapatan negara sebesar Rp316,9 triliun atau baru 10,5% dari target APBN tahun ini. Angka tersebut anjlok 20,85% jika dibandingkan dengan di periode yang sama pada 2024 yang mencapai Rp400,4 triliun. APBN juga mencatatkan defisit dalam dua bulan pertama tahun berjalan. Per Februari 2025, defisit APBN tercatat Rp31,2 triliun, setara 0,13% dari produk domestik bruto (PDB).

Masih ada indikator lain. Menurut data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), sedikitnya 60 ribu pekerja di Indonesia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Februari 2025. Para pekerja yang terkena PHK tersebut berasal dari 50 perusahaan, 15 di antaranya dinyatakan pailit. Adapun yang melakukan PHK itu merupakan perusahaan-perusahaan manufaktur yang selama ini menyerap banyak tenaga kerja, seperti Sritex dan Yamaha.

Gelombang PHK diyakini bakal bertambah seiring dengan kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah. Yang pertama sudah merasakan kebijakan ini ialah sektor perhotelan. Padahal sektor ini memiliki efek rambatan (multiplier effect) yang cukup tinggi karena melibatkan banyak UMKM.

Dengan fakta-fakta tersebut, sekali lagi, pemerintah tidak boleh menutup mata dan menganggap remeh. Pemerintah tidak bisa berlindung dengan menyebut bahwa pelemahan-pelemahan yang terjadi masih sesuai koridor. Pun, tidak boleh menafikan bahwa pelemahan daya beli masyarakat memang tengah dan terus berlangsung. Fakta-fakta di lapangan menggambarkan begitu banyak kondisi memilukan yang terjadi.

Pemerintah juga harus memandang serius persoalan badai PHK di sektor tenaga kerja. Tidak bisa hanya bermain di angka-angka parameter acuan, tetapi menutup mata terhadap fakta-fakta riil yang tersaji di depan mata. Jangan biarkan badai PHK terus berlanjut karena kondisi itu bisa memicu penurunan daya beli.

Persoalan ekonomi yang tengah dihadapi saat ini tidak akan mampu diselesaikan jika pemerintah merasa baik-baik saja dan tidak memandang itu sebagai gejala dari sebuah krisis yang mungkin saja bakal membuat napas ekonomi jadi kian sesak. Semua gejala atau indikator yang memerah itu semestinya sebagai lampu peringatan agar tak berkembang menjadi penyakit yang tak lagi bisa disembuhkan.

 

 



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.