Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Pemerintah, Kreatiflah

14/2/2025 05:00

PROGRAM Astacita Presiden Prabowo Subianto terus menghadapi sejumlah tantangan. Semenjak awal 2025, tantangan makin nyata terlihat di sektor ekonomi. Sejumlah indikator ekonomi terus menunjukkan pelemahan.

Pertumbuhan ekonomi, misalnya, stagnan di seputaran 5%. Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi di 2024 cuma tumbuh 5,03%. Meski masih di atas level 5%, pertumbuhan ini meleset dari target pemerintah 5,2%. Daya beli masyarakat juga masih lemah.

Rupiah dan indeks harga saham apalagi. Nilai tukar rupiah terus-menerus berada di atas Rp16.000 per dolar Amerika Serikat. Pada penutupan perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp16.361 per dolar AS.

Begitu juga indeks harga saham gabungan (IHSG), yang sudah terjun bebas dan terus terkoreksi di bawah level psikologis 7.000. Pada penutupan perdagangan Kamis (13/2), IHSG terpantau parkir di zona merah terkoreksi 0,48% atau 32,21 poin menuju level 6.613,57.

Bahkan IHSG diprediksi bakal terus terkoreksi ke level 6.300 sampai 6.400 apabila Bank Indonesia (BI) tetap menahan tingkat suku bunga acuannya pada pertemuan akhir Februari 2025. Pelemahan terus-menerus IHSG itu membuat penurunan indeks bursa Indonesia masuk kategori terburuk.

Kabar buruk juga datang dari industri padat karya. Sejumlah industri padat karya dilaporkan sudah ancang-ancang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi, gelombang PHK tersebut bakal terjadi di industri alas kaki dan tekstil yang berada di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bandung.

Pada 2025, gelombang PHK di sektor itu diprediksi mencapai 280 ribu pekerja dari sekitar 60 perusahaan tekstil. Belum lagi potensi PHK yang ditimbulkan oleh program efisiensi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Meski pemerintah berkeras bahwa tidak ada PHK dari efisiensi tersebut dan hanya penghentian para pekerja kontrak, toh dampaknya ada ribuan pekerja kontrak yang bakal terlempar oleh program efisiensi.

Indikator-indikator tersebut merupakan alarm yang semestinya direspons cepat-cepat oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Memang, kondisi-kondisi pelemahan ekonomi tersebut tidak terlepas dari keadaan ekonomi global. Misalnya, rontoknya IHSG yang juga dialami oleh banyak negara. Begitu juga dengan gelombang PHK di sektor industri padat karya akibat sepinya pesanan dari luar negeri.

Namun, pemerintah tidak bisa berlindung di balik situasi global tersebut. Pemerintah jangan melulu menyalahkan kondisi global. Pemerintah mesti kreatif mencari daya ungkit penggerak ekonomi.

Contohnya, dalam melaksanakan efisiensi anggaran, pemerintah harus memiliki roadmap yang jelas tentang proyek-proyek yang dipangkas. Jangan asal pangkas dan potong. Jangan sampai justru menciptakan kekisruhan. Pertahankan proyek yang bisa menjadi pengungkit ekonomi dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Hentikan proyek yang salah langkah sehingga hanya sia-sia dan berdampak pada pendanaan negara yang tidak bermanfaat.

Pemerintah juga dituntut menjaga iklim investasi dan berusaha sehingga tidak menimbulkan biaya tinggi. Misalnya, menjamin keamanan investor dalam beraktivitas, yakni dengan membersihkan orang-orang yang kerap meminta pungutan seperti dikeluhkan sejumlah investor beberapa waktu lalu. Intinya, pemerintah harus satset, bergegas memperbaiki kondisi ekonomi, agar resesi tidak lagi melanda.

 

 



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.