Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Mulutmu Perangaimu

06/12/2024 05:00

ADAB semestinya menjadi fondasi bagi setiap aspek kehidupan, termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan adab, sebuah bangsa akan mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

Bangsa yang memiliki dan memegang teguh adab tentu akan menjadi bangsa dengan masyarakat yang harmonis, mempunyai kohesi kuat, baik ikatan masyarakatnya maupun antara rakyat dan pejabatnya.

Tentu sangat disayangkan ketika ada seorang pejabat negara yang justru tidak mengedepankan adab dengan merendahkan orang lain. Aksi tidak patut dari Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana atau Gus Miftah, telah memantik kemarahan publik.

Selorohnya yang merendahkan seorang penjual es teh jelas tidak mencerminkan sebuah teladan seorang pejabat negara, apalagi seorang penceramah agama. Bahkan dalam konteks bercanda pun, ucapan yang terlontar masih bernada merendahkan.

Kejadian ini menunjukkan pentingnya menjaga adab dalam berbicara, terutama di depan publik, bagi seorang pejabat negara. Mungkin saja Gus Miftah terbiasa dan lazim menggunakan umpatan di kalangan tertentu. Namun, ia mestinya sadar bahwa kini dirinya adalah pejabat yang digaji dari pajak rakyat.

Hari ini, siapa pun itu, baik tokoh, pejabat, maupun figur publik, tidak lepas dari kontrol masyarakat. Setiap tindakan dan ucapan akan dinilai dengan cermat. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus diemban dengan kesadaran penuh bagi seorang pejabat publik.

Dampaknya tentu tidak hanya bagi pribadi Gus Miftah. Dengan jabatan yang melekat pada dirinya, dampak dari pernyataannya yang merendahkan orang lain itu bisa-bisa menggerus kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Teguran dan perintah dari Presiden Prabowo agar Gus Miftah meminta maaf kepada Sunhaji, pedagang es teh yang ia olok-olok itu, jelas menggambarkan bahwa sikap pemerintah kecewa terhadap aksi tersebut. Presiden tentu tidak mau terpatri dalam benak publik bahwa pemerintahan baru ini memandang rendah masyarakat kelas bawah.

Dalam pesannya, Prabowo mengingatkan untuk mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara dengan sikap saling menghormati dan saling menghargai. Bangunlah Indonesia dengan rasa persaudaraan tanpa saling merendahkan.

Memang, semestinya pejabat negara hadir untuk mengayomi rakyat. Rakyat kecil yang mencari nafkah dengan cara yang halal mestinya disokong, bukan malah dihinakan dan dijadikan bahan tertawaan.

Ketika bertindak dengan adab yang baik, pemimpin dan para pejabat tidak hanya menjadi teladan, tetapi juga menciptakan hubungan saling menghormati dan memercayai dengan rakyat.

Mereka yang mengedepankan adab akan lebih mampu mengayomi dan menghargai orang lain, serta akan lebih cenderung mengambil keputusan yang mempertimbangkan kepentingan semua pihak, bukan hanya kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Adab akan mendorong pemimpin dan semua pejabat yang memangku kepentingan dalam penyelenggaraan negara untuk bertindak transparan dan bertanggung jawab, menghindari praktik korupsi, dan menjaga kepercayaan publik.

Publik tentu berharap bahwa aksi kontroversial pejabat semacam ini tidak lagi terjadi. Jangan bebani pemerintahan ini dengan hal-hal yang tidak produktif, apalagi destruktif, yang justru bakal mengganggu fokus untuk mengatasi tantangan-tantangan yang berat.

Pejabat perlu menjaga lisan. Mereka mesti paham dengan pepatah lama, 'mulutmu harimaumu', 'mulutmu perangaimu'.

 



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.