Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKNOLOGI prakiraan cuaca sudah makin canggih. Akurasi atas prediksi yang dihasilkan juga telah kian presisi. Beragam pemodelan saat ini sudah mampu melakukan proyeksi kondisi cuaca, tidak hanya berhitung hari, tetapi lebih detail dan intensif hingga hitungan jam.
Pemanfaatan teknologi pemodelan cuaca sebenarnya telah mampu menginformasikan cuaca secara tepat dan akurat di mana pun. Prakiraan cuaca pun kini ditopang pemodelan berbasis dampak. Itu merupakan informasi prakiraan cuaca yang sudah memperhitungkan potensi dampak yang akan terjadi akibat dari cuaca.
Karena itu, prediksi bencana hidrometeorologi yang makin mutakhir mestinya membantu pemegang kebijakan untuk melakukan mitigasi. Sialnya, canggihnya teknologi tidak tergambar dari situasi bencana yang terjadi di negeri ini.
Bangsa ini selalu gagap dalam mengantisipasi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi. Bukannya kian membaik, banjir malah makin parah terjadi.
Di wilayah Demak, Jawa Tengah, misalnya, alih-alih proses mitigasinya membaik, kemarin justru Demak terendam Banjir. Begitu pun di wilayah Jabodetabek, hujan bukannya membawa berkah, justru masih dirasakan sebagai nestapa, karena sebagian warga harus mengungsi akibat bencana banjir.
Padahal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah jauh hari memprediksi cuaca yang bakal berlangsung ekstrem di sejumlah wilayah, termasuk Demak dan Jabodetabek. Ternyata proyeksi cuaca BMKG yang dikeluarkan lebih dini tidak dijadikan basis untuk melakukan mitigasi.
Pemerintah seolah tidak pernah serius untuk memitigasi dampak bencana hidrometeorologi. Para pemangku kepentingan di daerah seakan pasrah melihat kotanya terendam berhari-hari, bahkan hingga berminggu-minggu. Padahal bencana itu terjadi berulang. Hujan turun, bencana datang. Begitu siklusnya.
Untuk itulah, sokongan pemerintah pusat diharapkan mampu menyediakan solusi mujarab demi mengakhiri penderitaan warga. Negara berkewajiban menjalankan mitigasi bencana.
Presiden Joko Widodo yang turun langsung meninjau ke lokasi banjir di Demak, kemarin, sedikit membuka asa warga di sana agar bencana segera dituntaskan. Kehadiran Presiden di lokasi, diikuti dengan instruksi strategis, memastikan perbaikan tanggul yang jebol tertangani dengan baik. Jokowi juga menerangkan pemerintah pusat sudah melakukan rekayasa cuaca supaya intensitas hujan di kawasan Demak berkurang.
Namun, itu saja tentu belum cukup. Bencana hidrometeorologi tentu terjadi karena faktor kerusakan lingkungan. Penebangan hutan secara liar di area hulu juga menjadi penyebab banjir sehingga sungai tidak ada penahan ketika debit air sedang tinggi. Karena itulah, penanaman kembali, penghutanan kembali, pengalihan lahan memang harus dilakukan.
Satu hal lagi yang paling penting saat ini ialah harus segera dirumuskan upaya penanganan pascabencana. Masyarakat tentu enggan tertimpa bencana setiap kali hujan datang. Hentikan kebiasaan lama. Bertindak lambat, instan, dan parsial dalam menangani bencana harus jadi kamus usang yang ditinggalkan.
Tidak lupa juga agar upaya mitigasi bencana di tengah kondisi cuaca ekstrem di Indonesia perlu melibatkan masyarakat. Hal ini dalam rangka mengurangi risiko bencana serta dampak yang ditimbulkan dari bencana yang terjadi selama masa cuaca ekstrem melanda.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.
BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.
PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved