Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Hak Angket Jangan Terus Ngaret

06/3/2024 20:00

DENYUT perjuangan untuk menghadirkan pemilu yang bermartabat semakin kuat. Di mana-mana bermunculan pergerakan, aksi terhormat rakyat, yang menuntut agar hak angket segera digulirkan. Di Jakarta, Medan, dan Yogyakarta, aksi dukungan terus menggema.

Mereka rela untuk sementara meninggalkan aktivitas keseharian, karena sadar ada hak yang harus diperjuangkan. Yaitu, hak untuk mendapatkan pemimpin masa depan yang lahir dari proses pemilihan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Hak itu terancam hilang karena pemilu diduga sarat rekayasa. Indikasinya sangat jelas, mulai dari sejak penentuan pasangan calon yang menekuk hukum dan melanggar etika, kampanye yang dibumbui cawe-cawe pejabat negara, bantuan sosial yang sarat dengan muatan kepentingan elektoral, juga surat suara sudah tercoblos dan tertukar, aplikasi Sirekap yang terus-menerus bermasalah, hingga melonjaknya perolehan suara salah satu partai dengan begitu fantastis.

Kesadaran memperjuangkan hak yang membuat mereka rela menggelar aksi dan bersalin rupa menjadi parlemen jalanan itu patut diapresiasi. Dihajar panas dan diguyur hujan tidak mereka risaukan, asalkan terkuak siapa yang membuat pemilu dipertanyakan kejujuran dan keadilannya.

Idealnya, ketika parlemen jalanan kian masif bergerak, mereka yang mengemban suara rakyat dan sebagai wakil rakyat jangan hanya berpangku tangan di Senayan. Anggota dewan yang terhormat harus bisa mendengar dan menyerap aspirasi rakyat. Karena memang itulah hakikat wakil rakyat sesungguhnya.  

Segera gulirkan hak angket dugaan kecurangan pemilu di DPR. Itulah  wujud penghormatan terhadap rakyat yang sedang memperjuangkan hak demokrasi lewat parlemen jalanan. Dengan hak angket, orang-orang yang diduga tersangkut  kecurangan pemilu bisa dipanggil untuk dimintai keterangan.

Peran mereka akan ditelanjangi persis seperti hak angket yang digulirkan DPR dalam menguak skandal Bank Century pada 2009. Dalam konteks hak angket dugaan kecurangan pemilu, rakyat menjadi tahu pola, cara, metode praktik lancung di pesta demokrasi yang sejauh ini selalu dikritisi.

Setelah pola, cara, metode kecurangan itu terungkap, para pemangku kepentingan bisa menutup celah di pemilu termasuk celah yang diduga dimanfaatkan rezim untuk cawe-cawe mendukung kemenangan pasangan calon tertentu.

Sekali lagi, melalui forum ini kita mengingatkan kepada inisiator angket untuk tidak masuk angin, apalagi mundur teratur. Ketika Anda semua masih ragu-ragu, lihatlah betapa desakan publik terus bertalu-talu. Jangan biarkan hak angket menjadi layu, gara-gara nurani wakil rakyat sudah membeku.

Jangan pula menjadi wakil rakyat yang mengkhianati nalar sehat. Ketika Rapat Paripurna di Gedung DPR/MPR, misalnya, penuh dengan hujan interupsi untuk membahas hak angket. Tapi, itu jelas tidak cukup karena tidak ada aksi nyata. Bahkan, ada anggota DPR RI yang malah melontarkan kalimat konyol nan menyayat akal sehat.

Ia dengan lantang menyebut bukan hak angket yang diperlukan rakyat, melainkan hak para sopir angkot. Anggota dewan yang terhormat itu seolah sedang melakukan fait accompli, mengadu-domba rakyat dengan rakyat. Hak sopir angkot sangatlah penting, tetapi hak angket tidak kalah penting. Meski sama-sama harus diperjuangkan, tapi Itu dua hal yang berbeda

Publik sungguh dibuat lelah dengan anggota dewan yang gemar membuat kegaduhan, tapi amat tidak substansial. Itu sebabnya rakyat jangan diam dan membiarkan orang-orang jahat berkuasa. Dukung perjuangan untuk membenahi pemilu yang sarat dengan dugaan manipulasi. Teruslah tekan anggota dewan, agar parlemen beneran segara memgambil keputusan. 



Berita Lainnya
  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.