Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Basmi Mafia di Ibu Kota Baru

11/11/2021 05:00
Basmi Mafia di Ibu Kota Baru
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

GEROMBOLAN mafia tanah rupanya punya nyali tinggi. Betapa tidak, ketika pemerintah sedang menabuh genderang perang, mereka tak lantas menyurutkan aksi-aksi kotor seperti yang dilakukan selama ini.

Bisnis kotor mafia tanah memang menggiurkan. Bermodal beragam model tipu muslihat, mereka bisa mengantongi fulus besar dengan merugikan pihak-pihak lain. Bak pepatah ada gula ada semut, mereka selalu hadir di daerah yang menjanjikan peluang untuk melakukan patgulipat demi meraup keuntungan.

Itulah yang kini terjadi di Kalimantan Timur, wilayah yang dipilih Presiden Joko Widodo sebagai ibu kota baru negara, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara. Pilihan itu diumumkan Jokowi pada 26 Agustus 2019.

Sebagai pusat pemerintahan nantinya, tentu tanah di daerah itu tak lagi murah. Harga tanah akan terus melonjak tinggi, dan inilah yang dimanfaatkan gerombolan mafia tanah untuk mengeruk uang.

Mafia tanah sudah dan akan terus beroperasi di Kalimantan Timur. Permainan mereka semakin terlihat nyata. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejaksaan Agung Fadil Zumhana pun mengatakan permainan kotor itu kian banyak. Mereka berusaha menguasai tanah-tanah strategis yang berkaitan dengan proyek nasional.

 

Beberapa modus operandi mafia tanah juga sudah terendus. Mereka, misalnya, merekayasa seolah-olah ada sengketa kepemilikan melalui jalur pengadilan. Kemudian, di Jakarta, lokasi tanah strategis diakui kepemilikannya oleh mafia tanah berdasarkan eigendom verponding (hak milik lawas) yang sudah tidak berlaku.

Ada pula kerja sama antara mafia dan kepala desa atau lurah untuk mendapatkan girik. Modus lain menggunakan dokumen eigendom palsu atau yang tidak berlaku lagi. Fadil bahkan mengatakan oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional turut menjadi bagian dari mafia tanah.

Praktik-praktik busuk itu jelas pantang dibiarkan. Sepak terjang para mafia tanah mesti segera dihentikan karena jika tidak, mereka akan menghadirkan banyak kerugian.

Kerugian tentu saja akan dialami oleh para pemilik sah. Mereka pada umumnya masyarakat biasa yang tak berdaya ketika telah menjadi korban mafia tanah.

Kerugian lain yang tak kalah penting ialah terganggunya proyek-proyek pembangunan. Akibat ulah mafia, tanah yang tadinya murah menjadi mahal sehingga biaya pembangunan membengkak. Akibat ulah mafia, proses pembebasan tanah tak jarang pula menjadi berlarut-larut, yang tentu saja menghambat pelaksanaan proyek.

Sisi buruk semacam itu pula yang berpotensi menjadi perintang pembangunan ibu kota baru. Karena itu, tindakan tegas tanpa kompromi sejak dini menjadi kemestian agar mafia tidak semakin merajalela.

Presiden Jokowi telah menganggarkan Rp510 miliar untuk membangun ibu kota baru sekaligus menjadikannya sebagai proyek strategis nasional pada 2022. Akan sangat memalukan jika pemerintah yang memiliki segala perangkat nantinya dibuat repot oleh mafia tanah.

Mampu tidaknya membasmi mafia tanah di Kalimantan Timur adalah tolok ukur kapasitas dan kapabilitas pemerintah dalam memerangi penjahat agraria. Jika di proyek prioritas Jokowi itu saja pemerintah tak berdaya, jangan harap bisa berjaya dalam perang melawan para mafia di seluruh negeri ini.

Jokowi telah mengingatkan agar tidak ada aparat yang menjadi beking mafia tanah. Satgas antimafia tanah telah dibentuk. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil juga sudah menegaskan mafia tanah tak boleh menang. Polri telah menyatakan pula siap memberantas mafia tanah. Jaksa Agung ST Burhanuddin pun kemarin berseru, “Habisi mafia tanah!”

Kita sungguh gembira dengan semangat luar biasa para petinggi negara itu. Akan tetapi, kita akan superkecewa jika semangat itu hanya menggelora sebatas kata. Rakyat menunggu bukti bahwa negara lebih berkuasa ketimbang mafia.



Berita Lainnya
  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

  • Swasembada Energi semata demi Rakyat

    13/2/2026 05:00

    SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.

  • Makin Puas, makin Tancap Gas

    12/2/2026 05:00

    INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.

  • Mewujudkan Kedaulatan Emas

    11/2/2026 05:00

    LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.