Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Moral Bangsa di Atas Investasi

03/3/2021 05:00
Moral Bangsa di Atas Investasi
Editorial(MI.Seno)

 

 

IKLIM investasi memang berubah dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Undang-undang itu membuka bidang-bidang usaha baru yang sebelumnya tertutup bagi usaha lokal dan asing.

Membuka keran investasi ialah upaya negara untuk memenuhi hak warganya atas pekerjaan dan penghidup­an yang layak bagi kemanusiaan melalui cipta kerja.
Meski bertujuan baik, tidaklah semua investasi mesti dibuka selebar-lebarnya. Hanya investasi yang membawa manfaat yang boleh dibuka. Bukan investasi yang justru merusak moral bangsa.

Karena itu, bisa dipahami adanya penolakan atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Lampiran beleid yang menjadi aturan turunan dari UU Ciptaker itu melegalkan investasi minuman keras.

Penolakan datang dari berbagai pemuka agama. Aspirasi pemuka agama itu dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh oleh Presiden. Tidak hanya mempertimbangkan, tetapi juga Presiden mengabulkannya dengan mencabut lampiran yang dinilai melegalkan minuman keras.

“Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” kata Jokowi di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 2 Maret 2021.

Pencabutan beleid itu patut diapresiasi sekaligus sebagai bukti bahwa pemerintah tidak antikritik. Kesan bahwa pemerintah memaksakan kehendak dan tidak mau mendengar suara rakyat pun terbantahkan dengan pencabutan investasi dalam industri miras.

Betul bahwa kemudahan usaha menjadi dambaan semua pihak. Betul pula jika kemudahan usaha harus memberi keadilan. Dua hal yang tentunya bisa dituntut oleh sektor industri miras.

Meski begitu, tetap saja kemudahan usaha tidak boleh menepis kepentingan bangsa yang paling besar, yakni keselamatan bangsa itu sendiri. Di sinilah sesungguhnya asas keadilan harus dijalankan sejernih mungkin.

Keadilan dalam skala bangsa memang menuntut pertimbangan moral. Ini bukanlah prinsip muluk, apalagi omong kosong. Justru ini ialah wujud hakiki sebuah keberlanjutan, termasuk dalam ekonomi dan investasi. Sebab tanpa keselamatan bangsa, mimpi besar ekonomi tentu tidak akan terwujud.

Menggunakan pertimbangan moral dalam investasi industri miras, juga bukanlah kenaifan. Bukan pula negara menganaktirikan industri tersebut.

Harus diakui, peredaran produk miras yang ada saat ini pun masih sangat jauh dari ideal. Jangankan produk ilegal, miras legal pun bisa diakses oleh anak di bawah umur. Tingginya angka kriminalitas yang berkorelasi dengan konsumsi miras juga menunjukkan jika pola konsumsi yang berbahaya. Sikap kewaspadaan, apalagi bertanggung jawab masih sangat rendah dalam pola konsumsi miras di Tanah Air.

Pembenahannya, bukan hanya pada kesadaran setiap orang, melainkan juga pekerjaan rumah pemerintah. Pemerintah tidak hanya harus menerapkan aturan yang lebih ketat dalam peredaraannya, teapi juga membuat sistem pengawasan yang tepercaya. Sebelum semua itu terpenuhi, bangsa ini memang belumlah siap akan industri miras yang lebih besar.

Dengan segala potret itu, maka wajar lahir tuntutan dari masyarakat akan pencabutan aturan investasi minuman keras yang kemudian dikabulkan Presiden. Kepentingan untuk memenuhi target investasi haruslah beriringan dengan kepentingan menjaga keselamatan dan moral bangsa.



Berita Lainnya
  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Benahi Bursa Efek Indonesia

    31/1/2026 05:00

    KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.