Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Berhenti Membebani Presiden

27/6/2025 05:00

MENTERI sejatinya dan semestinya adalah pembantu presiden. Kerja mereka sepenuhnya didedikasikan untuk membantu kepala negara mengatasi berbagai persoalan bangsa. Merekalah perpanjangan tangan presiden untuk mengeksekusi berbagai program dan kebijakan yang ditetapkan sang pemimpin tertinggi.

Dengan posisi seperti itu, pantang bagi menteri untuk berjalan tidak seirama dengan langkah presiden. Ibarat sebuah orkestrasi musik, presiden adalah konduktor atau dirigen yang mesti diikuti para pemain orkestra yang lain sehingga dapat menghasilkan alunan simfoni yang merdu. Sedikit saja ada nada sumbang, simfoni bakal terganggu.

Namun, fakta yang kita lihat berbeda dengan yang semestinya. Sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih nyatanya justru kerap menciptakan nada-nada sumbang sendiri. Mereka tidak mampu menjadi bagian dari orkestrasi yang solid. Alih-alih membantu tugas presiden, beberapa dari mereka justru membebani presiden.

Setiap kebijakan pemerintah semestinya menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang terus menghantam bangsa ini. Namun, yang acap terlihat sepanjang delapan bulan pemerintahan Prabowo-Gibran ini, para menteri justru banyak menelurkan kebijakan yang amat kental dengan nuansa kontroversi. 

Kerja dan kebijakan menteri, yang seharusnya tegak lurus dengan visi-misi milik presiden, malah kerap kali memunculkan permasalahan baru. Celakanya, ketika kebijakan kontroversial itu pada ujungnya hanya menghasilkan kehebohan dan kegaduhan, pun nirsolusi, presiden juga yang selalu harus turun tangan menyelesaikan. Bukankah itu sama artinya menambah beban presiden?

Maka, wajar bila Ketua MPR Ahmad Muzani sampai memperingatkan menteri-menteri di Kabinet Merah Putih untuk berhenti membebani Presiden Prabowo Subianto. Sudah terlampau banyak polemik yang muncul dan menjadi sorotan publik luas gara-gara ketidaksanggupan menteri mengelola kebijakan yang mereka luncurkan sendiri.

Sebutlah beberapa contoh, mulai dari polemik munculnya pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten; kehebohan soal pelarangan bagi pengecer menjual elpiji 3 kg yang tiba-tiba digulirkan tanpa kajian dan sosialisasi yang kuat; kasus pembiaran penambangan nikel di kawasan Geopark Raja Ampat, Papua Barat Daya; hingga sengketa empat pulau yang melibatkan Pemerintah Provinsi Aceh dan Sumatra Utara.

Semua itu, kata Muzani, menambah beban presiden yang seharusnya bisa lebih fokus menyelesaikan persoalan yang bersifat strategis dan lebih bermakna bagi kepentingan dan kemajuan bangsa ke depan. "Maka, sebaiknya saya kira pembantu-pembantu presiden memberi kajian yang lebih komprehensif, yang lebih mendalam, sehingga itu tidak menjadi beban masalah bagi presiden," tegas dia.

Peringatan dari seorang Ketua MPR yang juga Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, partai penguasa saat ini, tentunya tidak bisa dianggap main-main. Secara tersirat, apa yang disampaikan Muzani bisa dimaknai sebagai peringatan Prabowo kepada para menterinya agar tak mengkhianati kepercayaan yang sudah diberikan dengan kinerja yang seadanya.

Presiden Prabowo pun beberapa waktu lalu pernah menegaskan bahwa ia tidak akan ragu untuk menindak apabila jajarannya di Kabinet Merah Putih tidak mampu bekerja dengan baik. Artinya, tidak ada tempat bagi menteri yang berkinerja lemah, yang gemar mbalelo, yang tak punya sensitivitas terhadap persoalan rakyat di kabinet Prabowo.  

Hingga delapan bulan pemerintahan ini berjalan, reshuffle besar-besaran memang belum tereksekusi. Namun, tetap saja 'ancaman' dan peringatan itu mestinya bisa melecut para pembantu presiden supaya lebih cepat berakselerasi dan memperbaiki diri, bukan malah memelihara 'kegemaran' mereka membebani presiden.

 



Berita Lainnya
  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.