Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP pergerakan, apalagi pergerakan organisasi, tidak mungkin tidak membutuhkan dana. Tidak terkecuali, organisasi terorisme. Hal inilah yang menjadi indikasi bahwa terorisme masih jauh dari kata habis di negeri ini.
Hidupnya jaringan sel-sel teroris terdeteksi ketika terungkapnya pengumpulan dana besarbesaran. Aparat mengendus tiap tahunnya jaringan itu berhasil mengumpulkan total dana sekitar Rp1,6 miliar. Modusnya bermacam-macam, lewat pengelolaan dana, sumbangan anggota, hingga kotak amal.
Kotak amal, yang selama ini mestinya digunakan untuk kemanusiaan, membantu hajat hidup kaum duafa dan yatim-piatu, ternyata hanya menjadi kedok kelompok radikal dan disalahgunakan untuk membiayai kejahatan yang melawan nilai-nilai kemanusiaan itu.
Polri menemukan 20.068 kotak amal diduga mendanai kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI). Puluhan ribu kotak amal itu tersebar di 12 daerah di Indonesia. Kelompok itu membajak kedermawanan masyarakat Indonesia untuk menyuburkan paham-paham radikalisme.
Memang modus pencarian dana kelompok teroris dengan kedok amal di tempat keramaian sudah terjadi sejak awal 2000. Ketika pasokan dana dari luar negeri seret, mereka menggencarkan pencarian dana lewat kotak amal di dalam negeri.
Kita semua dibuat tercengang ketika jaringan itu menjadi besar dan menyusup menjadi kelompok-kelompok lembaga sosial dengan legalitas yang resmi, mengantongi izin dari tiga instansi, yakni Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Kementerian Agama (Kemenag).
Para teroris memanfaatkan tingginya jiwa sosial masyarakat Indonesia untuk menggalang dana. Menurut Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, dalam operasionalnya, jemaah, simpatisan, atau kaki tangan kelompok tersebut akan diminta menjadi relawan pencari dana.
Mereka ditempatkan di minimarket, ATM, pom bensin, perempatan lampu merah, hingga di rumah ibadah. Dalam sehari, seorang relawan bisa mengumpulkan jutaan rupiah.
Dana-dana tersebut digunakan oleh JI untuk operasi memberangkatkan para teroris ke Suriah dalam rangka pelatihan militer dan taktik teror, gaji rutin para pimpinan JI, serta pembelian persenjatan dan pelatihan perakitan bom.
Untuk itulah masyarakat harus waspada dalam memberikan amal, jangan sampai sikap kepedulian terus-menerus dimanfaatkan untuk pendanaan terorisme. Penyampaian informasi dan edukasi terhadap masyarakat harus dijalankan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun oleh lembaga-lembaga yang peduli pada upaya melawan terorisme.
Dari sisi pemerintah, diharapkan kontrol dan monitor terhadap lembaga sosial dan lembaga kemanusiaan harus terus dijalankan dan diperketat. Lembaga-lembaga itu pun harus ada dalam sistem yang terintegrasi. Semua kegiatan penggalangan, pengelolaan, dan penyaluran dananya pun harus bisa dimonitor secara ketat.
Pun pemerintah diharapkan terus mendeteksi modusmodus lain dalam penggalangan dana teroris. Modus pendanaan terorisme selalu berubah seiring perkembangan teknologi. Mereka selalu mencari alternatif jika jalan utama yang biasa digunakan menemui jalan buntu atau berhasil diungkap aparat.
Ketika modus-modus konvensial berhasil dibongkar, mereka otomatis akan beralih dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Bahkan, sel-sel teroris ini kerap memanfaatkan adanya inovasi keuangan digital, seperti penghimpunan dana melalui crowd funding dan penggunaan virtual currency sebagai sumber kegiatan terorisme.
Penanggulangan terorisme tak hanya terkait dengan pendanaan, tapi juga pencegahan dan pemulihan atau deradikalisasi. Karena itu, negara harus memastikan ruang publik tidak dikuasai kelompok radikal dan pelaku teror. Jangan biarkan teroris membajak kedermawanan rakyat.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved