Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Teroris Membajak Kedermawanan Rakyat

19/12/2020 05:00
Teroris Membajak Kedermawanan Rakyat
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

 

SETIAP pergerakan, apalagi pergerakan organisasi, tidak mungkin tidak membutuhkan dana. Tidak terkecuali, organisasi terorisme. Hal inilah yang menjadi indikasi bahwa terorisme masih jauh dari kata habis di negeri ini.

Hidupnya jaringan sel-sel teroris terdeteksi ketika terungkapnya pengumpulan dana besarbesaran. Aparat mengendus tiap tahunnya jaringan itu berhasil mengumpulkan total dana sekitar Rp1,6 miliar. Modusnya bermacam-macam, lewat pengelolaan dana, sumbangan anggota, hingga kotak amal.

Kotak amal, yang selama ini mestinya digunakan untuk kemanusiaan, membantu hajat hidup kaum duafa dan yatim-piatu, ternyata hanya menjadi kedok kelompok radikal dan disalahgunakan untuk membiayai kejahatan yang melawan nilai-nilai kemanusiaan itu.

Polri menemukan 20.068 kotak amal diduga mendanai kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI). Puluhan ribu kotak amal itu tersebar di 12 daerah di Indonesia. Kelompok itu membajak kedermawanan masyarakat Indonesia untuk menyuburkan paham-paham radikalisme.

Memang modus pencarian dana kelompok teroris dengan kedok amal di tempat keramaian sudah terjadi sejak awal 2000. Ketika pasokan dana dari luar negeri seret, mereka menggencarkan pencarian dana lewat kotak amal di dalam negeri.

Kita semua dibuat tercengang ketika jaringan itu menjadi besar dan menyusup menjadi kelompok-kelompok lembaga sosial dengan legalitas yang resmi, mengantongi izin dari tiga instansi, yakni Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Kementerian Agama (Kemenag).

Para teroris memanfaatkan tingginya jiwa sosial masyarakat Indonesia untuk menggalang dana. Menurut Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, dalam operasionalnya, jemaah, simpatisan, atau kaki tangan kelompok tersebut akan diminta menjadi relawan pencari dana.

Mereka ditempatkan di minimarket, ATM, pom bensin, perempatan lampu merah, hingga di rumah ibadah. Dalam sehari, seorang relawan bisa mengumpulkan jutaan rupiah.

Dana-dana tersebut digunakan oleh JI untuk operasi memberangkatkan para teroris ke Suriah dalam rangka pelatihan militer dan taktik teror, gaji rutin para pimpinan JI, serta pembelian persenjatan dan pelatihan perakitan bom.

Untuk itulah masyarakat harus waspada dalam memberikan amal, jangan sampai sikap kepedulian terus-menerus dimanfaatkan untuk pendanaan terorisme. Penyampaian informasi dan edukasi terhadap masyarakat harus dijalankan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun oleh lembaga-lembaga yang peduli pada upaya melawan terorisme.

Dari sisi pemerintah, diharapkan kontrol dan monitor terhadap lembaga sosial dan lembaga kemanusiaan harus terus dijalankan dan diperketat. Lembaga-lembaga itu pun harus ada dalam sistem yang terintegrasi. Semua kegiatan penggalangan, pengelolaan, dan penyaluran dananya pun harus bisa dimonitor secara ketat.

Pun pemerintah diharapkan terus mendeteksi modusmodus lain dalam penggalangan dana teroris. Modus pendanaan terorisme selalu berubah seiring perkembangan teknologi. Mereka selalu mencari alternatif jika jalan utama yang biasa digunakan menemui jalan buntu atau berhasil diungkap aparat.

Ketika modus-modus konvensial berhasil dibongkar, mereka otomatis akan beralih dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Bahkan, sel-sel teroris ini kerap memanfaatkan adanya inovasi keuangan digital, seperti penghimpunan dana melalui crowd funding dan penggunaan virtual currency sebagai sumber kegiatan terorisme.

Penanggulangan terorisme tak hanya terkait dengan pendanaan, tapi juga pencegahan dan pemulihan atau deradikalisasi. Karena itu, negara harus memastikan ruang publik tidak dikuasai kelompok radikal dan pelaku teror. Jangan biarkan teroris membajak kedermawanan rakyat.



Berita Lainnya
  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.