Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Menunggu Kabinet Orang-Orang Muda

06/7/2019 05:00

TAHAPAN Pilpres 2019 sudah berakhir pada saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai calon presiden dan calon wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Namun, bagi partai politik, itu merupakan awal untuk menentukan arah sikap politik, berkuasa atau beroposisi.

Lima partai pendukung Jokowi-Amin yang lolos ambang batas parlemen tinggal menunggu ajakan Jokowi-Amin untuk memantapkan langkah menyusun pemerintahan. Pembahasan jumlah dan pengisian jabatan menteri baru dimulai pertengahan Juli ini.

Sebaliknya, empat partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah mulai mencari jalan sendiri-sendiri menuju pusat kekuasaan. Mereka mencari jalan sendiri-sendiri karena koalisi Prabowo-Sandi sudah resmi dibubarkan.

Setelah koalisi Prabowo-Sandi dibubarkan, rencana pertemuan antara Jokowi dan Prabowo pun kehilangan signifikansinya. Pertemuan di antara mereka tidak perlu dipaksakan, juga jangan dihalang-halangi. Biarkan pertemuan itu berjalan alami.

Harus tegas dikatakan bahwa jalan partai-partai pendukung Prabowo-Sandi menuju pusat kekuasaan tidaklah mudah. Pada satu sisi, koalisi pemerintahan Jokowi-Amin sudah tambun karena menguasai 60% kursi di parlemen. Pada sisi lain, partai pendukung Prabowo-Sandi butuh keberanian luar biasa untuk bergabung dalam kekuasaan karena harus mengubah tabiat menyerang menjadi menyeberang menuju pusat kekuasaan.

Meski mereka punya kemampuan mengubah tabiat menyerang, syarat utama yang mesti dipenuhi ialah adanya ajakan dari kubu Jokowi-Amin. Ajakan itulah yang hingga kini belum disampaikan secara terbuka. Sejauh ini, yang beredar di ruang publik, baru keinginan sepihak untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan.

Sebelum ada ajakan untuk bergabung dalam kekuasaan, elok nian bila partai-partai pendukung Prabowo-Sandi memantapkan hati untuk menjadi oposisi yang kritis dan konstruktif. Oposisi itu mestinya dianggap sebagai konsekuensi logis kekalahan dalam kontestasi. Oposisi atau berkuasa itu sama-sama mulianya.

Sikap bijak yang perlu diperlihatkan partai-partai politik saat ini ialah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada Jokowi untuk menyusun pemerintahan. Jokowi sudah mengisyaratkan pembentukan kementerian baru sesuai dengan kebutuhan dan tantangan baru perkembangan zaman.

Memberi kesempatan seluas-luasnya kepada Jokowi itu sebagai bentuk penghormatan atas hak prerogatif presiden. Dalam konteks itulah kita memberi apresiasi atas sikap Ma'ruf Amin yang menyebut penentuan sosok menteri mendatang menjadi hak prerogatif presiden dan dirinya sebagai wapres hanya memberikan masukan dan pertimbangan.

Wajar, sangat wajar, jika anggota kabinet mendatang terdiri atas perwakilan partai politik pendukung dan kalangan profesional nonparpol. Wajar pula seandainya Jokowi mempertimbangkan bahwa untuk menggerakkan ekonomi dengan cara inovatif dan kreatif, orang-orang muda dipilih menjadi menteri.

Jokowi sudah mengungkapkan keinginannya untuk memilih orang-orang muda di kabinet. Dalam sebuah wawancara khusus yang dimuat harian ini, Jokowi mengatakan, "Ke depan ini memang warna untuk yang muda-muda ini perlu diberi ruang. Bisa nanti menteri umur 25 tahun, 20 tahun, atau 30
tahun."

Tidak hanya memilih orang-orang muda, Jokowi juga menyebut akan ada nomenklatur baru. Terkait dengan nomenklatur, Presiden tentu saja terikat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Ada nomenklatur yang tidak bisa diubah, ada yang bisa diubah dengan meminta pertimbangan DPR, ada pula yang mesti mendapat persetujuan DPR. Ketentuan yang tidak bisa dilanggar ialah jumlah kementerian paling banyak 34.

Pembentukan kabinet pada dasarnya dalam rangka membangun sistem pemerintahan presidensial yang efektif dan efisien. Akan tetapi, sistem presidesial yang efektif terbangun jika ada oposisi yang efektif pula.

 



Berita Lainnya
  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.

  • Mewaspadai Pelemahan Rupiah

    22/1/2026 05:00

    PELEMAHAN nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena singkat.

  • Akhiri Biaya Politik Tinggi

    21/1/2026 05:00

    Korupsi tersebut adalah gejala dari penyakit sistemik yang belum juga disembuhkan, yakni politik berbiaya tinggi.

  • Cermat dan Cepat di RUU Perampasan Aset

    20/1/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Republik ini seolah berjalan di tempat, bahkan cenderung mundur.

  • Mitigasi Dampak Geopolitik Efek Trump

    19/1/2026 05:00

    PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.

  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.