Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA kurun waktu 1 Januari-27 Oktober 2024, sebanyak 703 kasus demam berdarah dengue (DBD) menyerang warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan di periode yang sama pada 2023, sebanyak 400 kasus.
Meningkatnya DBD perlu diwaspadai. Sebab, pada kasus DBD yang parah bisa menyebabkan manifestasi klinis, seperti kerusakan pembuluh darah, kerusakan pada sistem limfatik, pendarahan dari hidung atau dari gusi, kegagalan sistem sirkulasi, hingga pembesaran hati.
Dengan kasus DBD yang meningkat, diperlukan pencegahan DBD yang bisa dilakukan di lingkungan sekitar dengan metode 3 M, seperti berikut.
1. Menguras
Bersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air, mulai dari ember air, bak mandi, penampungan air minum, penampung air lemari es, tong air, dan lain-lainnya
2. Menutup
Kamu perlu menutup rapat semua tempat penampungan air agar tidak berkembang biaknya nyamuk yang menularkan DBD.
3. Mendaur Ulang Barang Bekas
Daur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas sangat penting. Sebab, barang bekas dapat berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
Melansir dari situs Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, selain metode 3M, sebaiknya juga mengupayakan pencegahan lainnya, seperti:
Apabila terdapat anggota keluarga atau orang terdekat yang mengalami gejala DBD, berikut sejumlah hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama.
Jika dalam 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti tampak lemas, muntah-muntah, mimisan, pendarahan gusi, dan sebagainya, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani lebih lanjut. (M-4)
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
Virus ini tidak menular secara langsung dari manusia ke manusia. Namun, ibu hamil yang terinfeksi juga bisa menularkan virus kepada janinnya selama masa kehamilan atau saat persalinan.
GURU Besar FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Eggi Arguni, menjelaskan bahwa kelompok usia anak masih menjadi kelompok paling rentan terhadap infeksi dengue atau demam berdarah dengue (DBD).
Dokter spesialis penyakit dalam mengatakan orang dewasa yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta punya risiko keparahan yang lebih tinggi saat terkena demam berdarah dengue atau DBD
Yuks cegah Demam Berdarah Dengue (DBD) di rumah masing-masing. Ini beberapa tips yang bisa dilakukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved