Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN pola makan dan aktivitas selama bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri untuk tetap sehat dan bugar menjalankan semua aktivitas ibadah serta kegiatan harian. Meski menjalani pola makan yang sehat dan rutin berolahraga saat berpuasa menjadi tantangan tersendiri, namun bisa menurunkan kadar lemak secara maksimal.
“Berpuasa di bulan Ramadan tidak berarti aktivitas olahraga harus terhenti. Dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi, olahraga yang tepat dengan intensitas yang disesuaikan membuat tubuh tetap bugar sehingga semangat menjalani aktivitas harian dan ibadah dengan bonus berat badan ideal," kata co-founder platform fitnes Salsalivefit Salsabila Avinandita.
Perempuan yang juga merupakan personal trainer dan certified sport nutrionist ini mengungkap pentingnya kecermatan memillih jenis makanan yang dikonsumsi selama bulan Ramadan. Menu makanan dengan panduan makro dan mikro nutrisi akan membuat badan lebih bugar dan fit saat menjalankan puasa dan ibadah lainnya. Salsa juga menyarankan untuk berbuka puasa dengan kurma atau jus buah tanpa gula, yang bisa menjadi pilihan takjil untuk mendapatkan gula alami, dilanjutkan dengan menu utama yang harus terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak.
Hindari konsumsi gula berlebih yang membuat gula darah naik dan memberikan efek lemas serta mengantuk selama berpuasa. Asupan gula alami yang baik untuk tubuh bisa didapatkan dari konsumsi buah-buahan. Saat sahur, bisa mengonsumsi oatmeal atau roti gandum dengan kacang-kacangan dan buah. Ini cukup untuk memberikan energi selama berpuasa.
Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung tepung, karena bisa membuat perut kembung sehingga tak nyaman saat berpuasa. Salsa menambahkan pentingnya menjaga asupan air putih dan bisa diatur sesuai kenyamanan seperti 1 liter setelah berbuka sampai saat mau tidur dan 1 liter saat sahur sampai waktu imsak tiba.
Baca juga: Lakukan Rutinitas Ini di Pagi Hari untuk Berat Badan Lebih Ideal
Selain pilihan jenis makanan yang baik dan sehat, rutin berolahraga juga menjadi kunci kebugaran di bulan Ramadan.
“Hindari berolahraga di pagi hari, karena kita harus simpan energi untuk beraktivitas seharian. Pilih di waktu sore sekitar 1 atau 2 jam sebelum berbuka puasa atau bisa 30 menit atau 1 jam setelah berbuka puasa dengan takjil. Usahakan untuk tetap berolahraga, minimal 10 menit per hari dengan intensitas ringan dan bisa gunakan beban minimal 1 kg untuk latihan pembentukan otot," paparnya.
“Rutin berolahraga tak hanya meningkatkan daya tahan tubuh, tapi juga menaikkan mood yang membuat pikiran lebih rileks dan positif. Dengan berbagai jenis olahraga yang ada saat ini, kita bisa memulai kebiasaan baik ini dari gerakan-gerakan sederhana," tuturnya.
Platform fitness dengan berbagai program kebugaran dan gaya hidup sehat Salsalivefit meluncurkan kembali program tahunan Ramadan Stay in Shape untuk mencapai berat badan ideal dengan cara sehat, cepat, dan tetap bugar menjalani ibadah di Bulan Ramadan.
“Ramadan Stay in Shape kami buat dengan menggabungkan pola makan sehat yang memenuhi kebutuhan kalori harian dengan olahraga Low Impact Interval Training yang cocok untuk pembentukan dan penurunan berat badan. Dengan mengikuti pola makan dan olahraga yang sudah disiapkan dalam program ini, peserta program dapat menurunkan kadar lemak dengan maksimal sambil berpuasa," ungkapnya.
Konsep home training dan workout yang disiapkan memungkinkan untuk dilakukan kapanpun dan dimanapun serta dapat disesuaikan dengan fitness level masing-masing orang. Peserta akan mendapatkan healthy mini e-book yang menjadi panduan menu makanan praktis, video panduan berolahraga, konsultasi dengan pelatih, kelas online olahraga, serta support system group sebagai wadah untuk saling berbagi semangat.
Salsa menambahkan dengan program yang dibuatnya memudahkan para peserta untuk membuat santapan menu berbuka dan sahur yang praktis dan sarat gizi. Program yang sudah rutin dibuka selama 5 tahun terakhir ini juga telah berhasil dijalankan ratusan peserta. Peserta dapat mengikuti program ini dengan mendaftar di website salsalivefit.com dengan biaya program Rp950 ribu.
Selain program Ramadan Stay in Shape, sebagai one stop fitness platform Salsalivefit juga menyediakan berbagai kelas olahraga daring ataupun luring mulai dari postpartum program, zumba, fatloss, HIIT/LIIT hingga yoga. Masing-masing kelas ini dibimbing oleh pelatih yang sudah bersertifikat dan mengemas workout menjadi menyenangkan dengan gerakan-gerakan yang sederhana namun maksimal membakar lemak.
"Misi ini yang kami bawa bersama Salsalivefit, kami ingin berolahraga menjadi sebuah kesenangan, bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dengan hasil yang maksimal,” pungkasnya.(M-4)
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved