Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Bulan suci Ramadan 2026 menjadi momentum yang sangat tepat bagi para perokok aktif untuk mulai belajar berhenti merokok secara total. Pola ibadah yang mengharuskan seseorang menahan diri dari fajar hingga terbenam matahari merupakan latihan fisik dan mental terbaik untuk memutus ketergantungan pada nikotin.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan bahwa ada tujuh hal penting yang perlu diperhatikan terkait berhenti merokok selama bulan puasa.
Tjandra mengingatkan kembali bahwa asap rokok mengandung ribuan jenis senyawa kimia. "Ratusan jenis di antaranya merupakan zat beracun dan berhubungan dengan kejadian puluhan penyakit, dari kepala sampai ke kaki," jelasnya pada Selasa (3/3).
Asap rokok tidak hanya merugikan penggunanya, tetapi juga orang di sekitarnya. Dalam suasana ibadah Ramadan, seseorang sepatutnya tidak menimbulkan gangguan bagi orang lain melalui polusi asap rokok yang dihasillkan.
Selama bulan Ramadan, seorang perokok praktis sudah berhenti merokok sejak waktu sahur hingga berbuka. "Karena sudah berhenti merokok dari mulai sahur sampai berbuka, maka lanjutkan untuk tidak merokok sampai pada sahur berikutnya," saran Tjandra.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI tersebut menegaskan bahwa anggapan perokok tidak bisa beraktivitas tanpa rokok adalah keliru. Pengalaman nyata di bulan puasa membuktikan bahwa perokok tetap bisa produktif dari pagi hingga sore hari tanpa asupan nikotin.
"Artinya, memang tidak benar pendapat bahwa harus merokok dulu baru bisa bekerja. Bulan puasa ini membuktikan sebaliknya," tegas Tjandra.
Sangat tidak dianjurkan untuk berbuka puasa langsung dengan rokok. Tubuh yang berada dalam kondisi relatif lemah setelah seharian tidak makan dan minum membutuhkan asupan nutrisi manis dan bergizi, bukan zat kimia berbahaya. Merokok saat berbuka hanya akan memperburuk kondisi fisik.
Perilaku berhenti merokok yang sudah terbentuk selama 30 hari harus dilanjutkan pada hari-hari selanjutnya. Karena ketagihan rokok terbukti bisa dikendalikan selama berpuasa, maka tidak ada alasan medis untuk kembali merokok setelah Ramadan usai.
Berhenti merokok akan memberikan dampak positif yang masif, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan pribadi, efisiensi ekonomi keluarga, hingga terciptanya lingkungan hidup yang lebih sehat bagi orang-orang tercinta. (Z-10)
Asap rokok aktif maupun pasif terbukti memicu penyakit serius, baik bagi perokok maupun orang di sekitarnya.
Saat ini, program kemitraan produk bebas asap Sampoerna telah melibatkan lebih dari 600 UMKM lokal yang tersebar di 20 kota di seluruh Indonesia.
Peradangan gusi dan kehilangan gigi menjadi masalah yang paling sering ditemui pada perokok aktif. Rokok dapat berefek pada lemahnya jaringan penyangga gigi atau jaringan periodontal.
Rokok tidak hanya membunuh perokok aktif, tetapi juga mengancam nyawa perokok pasif yang menghirup asapnya. Meskipun tidak merokok, mereka tetap terpapar zat beracun yang memicu penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved