Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ROKOK tidak hanya membunuh perokok aktif, tetapi juga mengancam nyawa perokok pasif yang menghirup asapnya. Meskipun tidak merokok, mereka tetap terpapar zat beracun yang dapat memicu berbagai penyakit serius.
Menurut WHO, tembakau menyebabkan 8 juta kematian setiap tahun, termasuk 1,2 juta di antaranya yang merupakan perokok pasif.
Paparan asap rokok bukan sekadar gangguan, tetapi ancaman nyata. Berikut adalah beberapa dampak fatal yang mengintai perokok pasif, termasuk wanita hamil:
Tanpa pernah menyentuh rokok, perokok pasif tetap berisiko mengalami penyakit jantung. Risiko mereka terkena serangan jantung meningkat 25-30% dibandingkan mereka yang tidak terpapar asap rokok. Zat beracun dalam asap rokok merusak pembuluh darah, memicu hipertensi, dan mempercepat pembentukan plak dalam arteri.
Perokok pasif menghirup racun yang merusak jaringan paru-paru. Risiko terkena asma, bronkitis kronis, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) meningkat drastis. Paparan terus-menerus menyebabkan peradangan saluran napas, memperburuk kondisi pernapasan, dan menurunkan kapasitas paru-paru secara permanen.
Tak hanya perokok aktif, perokok pasif juga menghadapi ancaman kanker. Sering terpapar asap rokok meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 20-30%. Tak berhenti di situ, paparan berkepanjangan juga meningkatkan risiko kanker tenggorokan, payudara, sinus nasal, otak, kandung kemih, dan lambung akibat kandungan karsinogen dalam asap.
Zat beracun dalam asap rokok mengacaukan keseimbangan hormon reproduksi wanita. Ini dapat menyebabkan gangguan ovulasi, menurunkan kualitas sel telur, dan menghambat kehamilan. Wanita yang terpapar asap rokok lebih rentan mengalami infertilitas dibandingkan mereka yang hidup dalam lingkungan bebas asap.
Paparan asap rokok selama kehamilan membawa dampak mengerikan, baik bagi ibu maupun janin. Zat kimia berbahaya dalam asap dapat masuk ke aliran darah ibu dan mencapai janin, memicu komplikasi seperti:
Keguguran dan kehamilan ektopik
Sindrom kematian mendadak pada bayi (Sudden Infant Death Syndrome/SIDS)
Kelahiran prematur
Berat badan lahir rendah (BBLR)
Gangguan perkembangan janin
Menghindari paparan asap rokok adalah langkah krusial untuk menjaga kesehatan, terutama bagi wanita hamil dan individu dengan kondisi medis tertentu. Kesadaran akan bahaya perokok pasif harus ditingkatkan untuk mengurangi risiko penyakit fatal akibat asap rokok. (WHO/Siloam Hospital/RS Materna/Z-10)
Anak-anak sering menjadi korban paparan asap rokok dalam ruangan, namun anak-anak disabilitas berisiko lebih tinggi menjadi perokok pasif.
DI tengah paparan asap rokok maupun polusi udara yang semakin parah, masyarakat harus sesering mungkin melakukan deteksi dini dan mewaspadai penyakit paru kronik.
Kanker paru-paru tidak hanya menyerang perokok. Asap rokok, polusi, asbes, radon, hingga faktor genetik dapat meningkatkan risikonya pada nonperokok.
Asap rokok yang mengandung zat-zat seperti karbon monoksida dapat mengganggu fungsi oksigen dalam darah, sehingga tekanan darah ibu atau plasenta dapat meningkat.
Asap rokok dan rokok elektronik menjadi polutan yang berbahaya, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
HARI ini, 25 September 2025, masyarakat global memperingati Hari Paru Sedunia (World Lung Day).
Asap rokok aktif maupun pasif terbukti memicu penyakit serius, baik bagi perokok maupun orang di sekitarnya.
KETUA Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama menyoroti usulan anggota DPR RI agar ada gerbong kereta api khusus untuk perokok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved