Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Leeds United Sesalkan Aksi "Boo" Fans Saat Jeda Buka Puasa Laga Kontra Man City

Thalatie K Yani
03/3/2026 04:51
Leeds United Sesalkan Aksi
Leeds United angkat bicara terkait aksi ejekan suporter saat jeda Ramadan di laga melawan Man City. Manajer Daniel Farke sebut adanya kesalahpahaman di stadion.(Media Sosial X)

MANAJEMEN Leeds United akhirnya memberikan respons terkait aksi ejekan (booing) yang dilakukan oknum suporter saat jeda singkat untuk memberikan kesempatan pemain muslim berbuka puasa. Insiden tersebut terjadi pada menit ke-13 dalam laga Liga Premier Inggris melawan Manchester City di Elland Road, Sabtu lalu.

Saat matahari terbenam, wasit menghentikan pertandingan sejenak agar para pemain dari kedua tim dapat membatalkan puasa dengan mengonsumsi cairan dan suplemen energi. Namun, jeda yang berlangsung sekitar satu menit tersebut justru diwarnai suara ejekan dan siulan dari tribun penonton.

Respons Klub dan Kekecewaan Fans

Pihak klub dilaporkan telah mengirimkan balasan surel melalui supporter liaison officer kepada para penggemar yang menyatakan keberatan atas insiden tersebut. Leeds United mengakui insiden itu sebagai sesuatu yang "mengecewakan".

"Klub menyadari insiden tersebut dan sangat mengecewakan bahwa beberapa pendukung memilih untuk menyoraki selama jeda pertandingan untuk mengizinkan pemain yang merayakan Ramadan berbuka puasa," tulis pernyataan klub dalam surel tersebut.

Manajemen Leeds saat ini tengah menyelidiki penyebab insiden ini dan mencari langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Kabar yang beredar menyebutkan klub secara internal mengakui adanya kekurangan komunikasi kepada suporter sebelum laga dimulai.

Pembelaan Daniel Farke

Menjelang laga berikutnya melawan Sunderland, manajer Leeds United, Daniel Farke, memberikan pembelaannya. Menurutnya, aksi ejekan tersebut kemungkinan besar bukan ditujukan untuk melecehkan agama, melainkan karena kebingungan suporter atas terhentinya momentum pertandingan.

Farke merujuk pada pertemuan pertama kedua tim di Etihad Stadium pada November lalu. Saat itu, ia menuduh kiper City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura cedera agar Pep Guardiola bisa memberikan instruksi taktis saat laga terhenti.

"Sejujurnya, jika itu benar-benar tidak sopan dalam hal ini karena jeda tersebut, maka Anda harus katakan kita semua harus belajar dari hal ini," ujar Farke. "Selama pertandingan, perasaan saya bukan seperti itu karena merupakan kejutan bagi semua orang bahwa ada jeda kecil ini."

Farke menambahkan bahwa para pendukung mungkin merasa Manchester City sedang mencoba mengulangi taktik membuang waktu seperti di laga pertama.

"Saya rasa itu tidak ada hubungannya dengan jeda Ramadan, saya rasa tidak ada yang benar-benar menyadarinya. Seseorang memberi tahu saya hal itu ada di layar [stadion], tetapi saya tidak yakin pada saat itu semua orang memperhatikan layar," tambahnya.

Langkah Antisipasi ke Depan

Untuk menghindari kejadian serupa, Leeds United berencana memberikan informasi lebih awal kepada penonton sebelum laga perempat final Piala FA melawan Norwich City hari Minggu mendatang. Mengingat waktu kick-off, jeda buka puasa kemungkinan besar akan kembali terjadi pada babak kedua pertandingan tersebut.

Pihak klub menegaskan komitmen mereka terhadap solidaritas dan keberagaman di dalam ruang ganti maupun lingkungan stadion. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya