Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menekankan Indonesia tak perlu ikut-ikutan jejak negara maju seperti Amerika Serikat yang menciptakan ChatGPT atau Tiongkok (China) yang menciptakan DeepSeek dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
"Apakah kemudian kita akan cari sesuatu, men-develop sesuatu yang isinya itu seperti ChatGPT, seperti DeepSeek-nya China? Tidak perlu, kenapa? Karena satu dunia itu hanya perlu satu Google, hanya perlu satu ChatGPT basically ya," kata Handoko di Jakarta, Selasa.
Handoko menjelaskan AI merupakan sebuah alat yang digunakan dalam rangka memanfaatkan mahadata (big data) yang dimiliki dunia.
Menurutnya, secara global, Indonesia memiliki banyak mahadata (big data) yang bisa dimanfaatkan untuk hal yang bisa lebih bermanfaat.
"Nah, kita harus bisa menemukan hal-hal yang lain yang memang sumbernya dari lokal kita, sehingga akan lebih mudah kita untuk membuat diferensiasi, serta bisa punya daya saing," ujarnya.
Handoko memaparkan salah satu kekayaan mahadata Indonesia adalah keanekaragaman hayati atau biodiversitasnya yang beragam.
Saat ini, jelasnya, BRIN telah memiliki enam juta koleksi data biodiversitas Indonesia, mulai dari flora, fauna, bahkan mikroba.
"Jadi, kita sekarang tidak hanya berhenti mengonservasi dalam bentuk barang hidup kalau di kebun raya atau di Animalium, tapi juga dalam bentuk spesimen, fisik, dalam bentuk digital," ungkapnya.
Oleh karena hal yang dilakukan seluruhnya berbasis digital, dalam implementasinya Handoko mengajak peran pelaku usaha di bidang layanan jaringan, agar Indonesia secara bahu-membahu dapat mengembangkan teknologi AI yang lebih efektif, efisien, dan memiliki keunikannya sendiri.
"Menurut saya itu tugas bersama kita antara pelaku usaha dan juga dari penyedia infrastruktur, bagaimana kita bisa melakukan itu. Dan saya yakin kalau itu dimanfaatkan, kemudian ada new product, side product-side product baru dari situ, itu justru akan meningkatkan pemanfaatan dari infrastrukturnya itu sendiri," ucap Laksana Tri Handoko. (Ant/M-3)
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Guru dan pakar peringatkan "erosi" kemampuan mengeja pada siswa. Penggunaan autocorrect dan ChatGPT disebut memperparah penurunan literasi dasar.
Langkah ini diambil OpenAI untuk mendukung keberlanjutan akses gratis serta mendanai peluncuran paket langganan murah bertajuk ChatGPT Go.
Jika ChatGPT (OpenAI) masih memegang mahkota untuk urusan koding dan penulisan akademis, gelar "Raja Tren Sosial" kini mutlak dipegang oleh Grok, AI besutan xAI milik Elon Musk.
Jika Anda bingung memilih antara Grok (milik Elon Musk/xAI) dan ChatGPT (milik OpenAI), jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda. Ini letak perbedaannya.
SAP SE (NYSE: SAP) mengumumkan dua penunjukan kepemimpinan strategis yang bertujuan mempercepat pertumbuhan bisnis ekonomi digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
DI tengah gempuran outcome artificial intelligence, otomatisasi, dan disrupsi digital, banyak yang meragukan masa depan profesi akuntan publik.
Kehadiran infrastruktur AI lokal memungkinkan institusi kesehatan untuk mengembangkan inovasi digital secara berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepercayaan publik.
PERUBAHAN sering bergerak seperti arus di laut dalam; tak tampak di permukaan, tapi cepat dan kuat menentukan arah.
Tanpa pengawasan yang tepat, agen AI yang mampu mengambil keputusan dan memproses data sensitif secara mandiri dapat memicu kerusakan fatal.
PENDIDIKAN abad ke-21 menghadapi tantangan bagaimana mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved