Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
RAKSASA teknologi asal Tiongkok, ByteDance, resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (artificial intelligence) terbaru mereka, Doubao 2.0.
Model ini hadir dengan peningkatan signifikan yang memosisikan ByteDance sebagai pemimpin di "era agen AI" Teknologi yang tidak hanya sekadar menjawab pertanyaan, tetapi mampu mengeksekusi tugas-tugas kompleks di dunia nyata.
Doubao 2.0 hadir dalam dua varian: versi Reguler dan versi Pro. Versi Pro dirancang khusus untuk menangani penalaran rumit dan eksekusi tugas bertahap (multi-step).
ByteDance mengklaim bahwa kemampuan model ini mampu menyaingi GPT-5.1 milik OpenAI dan Gemini 3 Pro dari Google.
Keunggulan utama yang ditawarkan ByteDance adalah efisiensi biaya. Doubao 2.0 Pro didesain agar jauh lebih murah dibandingkan kompetitornya dari Amerika Serikat (AS).
Menurut ByteDance, efisiensi ini sangat krusial karena tugas-tugas kompleks di dunia nyata membutuhkan pemrosesan data (token) dalam jumlah besar.
Dengan biaya yang lebih rendah, perusahaan dapat menjalankan operasional AI skala besar tanpa menguras anggaran.
Jika versi sebelumnya lebih fokus pada penyelesaian masalah akademis, Doubao 2.0 kini melangkah lebih jauh menjadi agen otonom.
Model ini sanggup membangun alur kerja secara mandiri dan mengikuti instruksi dengan tingkat konsistensi yang lebih tinggi.
Artinya, AI ini kini lebih andal dalam mengerjakan tugas end-to-end, seperti membuat program sederhana atau mengelola alur kerja profesional.
Kemampuan Multimodal dan Analisis Video Real-Time
Peningkatan besar juga terjadi pada aspek multimodal. Doubao 2.0 kini lebih cerdas dalam memproses dokumen campuran, grafik, hingga memahami konteks ruang (spasial).
Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan analisis video secara real-time berkat peningkatan persepsi gerakan.
Fitur ini membuka peluang besar untuk penggunaan di berbagai sektor, mulai dari asisten pelatihan kebugaran, rekomendasi fashion, hingga dukungan medis.
Bagi pengguna yang penasaran, Doubao 2.0 sudah bisa dicoba melalui aplikasi maupun situs web Doubao, khususnya melalui fitur Expert Mode. (Tech in Asia/Z-1)
Unggahan yang dihasilkan Grok mencakup narasi menyakitkan tentang tragedi Hillsborough, Heysel, jatuhnya pesawat di Muenchen, hingga wafatnya mantan penyerang Liverpool, Diogo Jota.
Penggunaan AI sebagai sarana terapi mengungkap fenomena "gunung es" kekerasan seksual ritual di Inggris. Pakar kepolisian mulai gelar pelatihan khusus.
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Lonjakan kebutuhan bandwidth interkoneksi data bukan cuma menyangkut pengguna, namun juga korporasi, serta sarana penghubung antar pusat data.
Sering kali, perusahaan terjebak di tahap percontohan karena demo terlihat bagus.
Peneliti Universitas Notre Dame temukan kecerdasan umum tidak terletak pada satu wilayah otak saja, melainkan hasil koordinasi seluruh jaringan saraf.
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Sejak Seedance 2.0 dirilis minggu lalu, media sosial langsung dibanjiri klip sinematik buatan pengguna yang menampilkan skenario mustahil. Mulai dari Tom Cruise melawan Brad Pitt
Presiden Donald Trump umumkan kesepakatan akuisisi TikTok di AS senilai US$14 miliar dengan restu Xi Jinping.
ByteDance, perusahaan induk Tiktok asal Tiongkok yang memiliki aplikasi video pendek populer tersebut, dilaporkan tengah mengembangkan aplikasi alternatif khusus untuk pasar AS.
Hingga Kamis (24/4), Edits telah diunduh sebanyak 1,2 juta kali di iOS dan 5,9 juta kali di Android dengan total 7,1 juta kali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved