Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TIKTOK secara resmi mengumumkan tidak akan menerapkan fitur enkripsi end-to-end (E2EE) pada layanan pesan langsungnya. Keputusan ini menjadikan TikTok sebagai anomali di tengah tren platform raksasa lain seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan X yang justru berlomba-lomba memperketat privasi melalui teknologi tersebut.
Enkripsi end-to-end adalah sistem keamanan yang memastikan hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca isi pesan. Namun, TikTok berargumen fitur ini justru membuat pengguna, terutama anak muda, menjadi kurang aman karena membatasi kemampuan platform dan penegak hukum dalam memantau konten berbahaya.
Dalam pengarahan keamanan di kantor London, TikTok menyatakan bahwa langkah ini adalah keputusan sengaja untuk membedakan diri dari para pesaingnya. Platform milik ByteDance ini menegaskan komitmen mereka untuk melindungi pengguna dari risiko pelecehan dan konten ilegal.
Analis industri media sosial, Matt Navarra, menilai langkah TikTok ini sebagai strategi yang cerdas namun berisiko secara citra.
"Risiko grooming (pendekatan untuk pelecehan) dan pelecehan di pesan langsung sangat nyata. TikTok kini dapat berargumen secara kredibel mereka memprioritaskan 'keamanan proaktif' di atas 'privasi absolut'," ujar Navarra kepada BBC.
Meski begitu, Navarra memperingatkan keputusan ini membuat TikTok tidak sejalan dengan ekspektasi privasi global dan mungkin memperkuat kekhawatiran publik terkait kepemilikan perusahaan oleh pihak Tiongkok, mengingat E2EE sebagian besar dilarang di negara tersebut.
Keputusan TikTok mendapat sambutan positif dari berbagai lembaga perlindungan anak di Inggris, termasuk NSPCC dan Internet Watch Foundation (IWF). Mereka khawatir enkripsi total akan menghambat deteksi eksploitasi seksual anak secara daring.
Rani Govender dari NSPCC menyatakan, "Kami tahu betapa berisikonya platform terenkripsi end-to-end bagi anak-anak, karena mencegah deteksi pelecehan seksual dan eksploitasi anak."
Senada dengan hal tersebut, Dan Sexton dari IWF menyebut keputusan TikTok sebagai preseden penting di tengah terburu-burunya platform lain menerapkan enkripsi tanpa memikirkan implikasinya.
Meski menolak E2EE, TikTok menjamin bahwa semua pesan langsung tetap dilindungi dengan enkripsi standar, serupa dengan layanan seperti Gmail. TikTok menegaskan bahwa hanya karyawan resmi yang memiliki akses untuk melihat pesan, itu pun hanya dalam situasi tertentu seperti permintaan hukum yang sah atau laporan perilaku berbahaya dari pengguna.
Langkah ini dipandang oleh para pengamat industri sebagai upaya TikTok untuk tetap kooperatif dengan regulator dan penegak hukum, terutama dalam menjaga basis pengguna mereka yang didominasi oleh kalangan muda di seluruh dunia. (BBC/Z-2)
WhatsApp merilis Strict Account Settings, fitur keamanan 'lockdown' untuk lindungi akun dari serangan siber canggih. Simak cara aktifkan dan bedanya.
Google menegaskan tidak menggunakan email Gmail untuk melatih Gemini AI. Klaim viral dibantah, dan Malwarebytes mencabut artikelnya setelah terjadi kesalahpahaman.
Literasi digital, regulasi perlindungan anak, dan penindakan konten berbahaya jadi strategi ciptakan ruang digital yang aman
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved