Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah meningkatnya ancaman spionase digital pada tahun 2026, WhatsApp resmi meluncurkan fitur keamanan tingkat lanjut bertajuk "Strict Account Settings". Fitur ini dirancang sebagai mekanisme pertahanan "satu tombol" (one-toggle lockdown) untuk melindungi pengguna berisiko tinggi dari serangan siber yang canggih.
Strict Account Settings adalah evolusi terbaru dari komitmen privasi Meta. Berbeda dengan enkripsi end-to-end standar yang melindungi isi pesan, fitur ini bekerja dengan mempersempit permukaan serangan (attack surface) pada aplikasi.
Secara teknis, fitur ini mirip dengan "Lockdown Mode" pada iOS yang diperkenalkan Apple beberapa tahun lalu. Saat diaktifkan, WhatsApp akan secara drastis membatasi interaksi dari nomor yang tidak dikenal, mencegah eksekusi kode berbahaya yang sering disisipkan melalui lampiran media atau tautan (zero-click exploits).
Sebagai Jurnalis Teknologi, saya telah membedah apa saja yang berubah ketika mode ini diaktifkan. Berikut adalah analisis mendalam mengenai protokol keamanan yang diterapkan:
| Fitur / Fungsi | Mode Standar | Mode Strict Account (Aktif) |
|---|---|---|
| Media dari Nomor Asing | Otomatis diunduh (sesuai setting) | Diblokir total. Harus disetujui manual. |
| Pratinjau Tautan (Link Previews) | Menampilkan judul & gambar web | Nonaktif. Mencegah tracking IP server. |
| Panggilan Masuk | Semua bisa masuk | Dibisukan (Silenced) jika bukan kontak. |
| Info Profil (Last Seen, Foto) | Bisa dilihat publik/semua orang | Terkunci. Hanya kontak yang bisa melihat. |
| Grup WhatsApp | Siapa saja bisa menambahkan | Hanya Kontak Saya yang bisa add. |
Bagi Anda yang memprioritaskan keamanan di atas kenyamanan, berikut panduan mengaktifkannya di Android dan iOS (Versi 2026):
Peluncuran Strict Account Settings menegaskan posisi WhatsApp yang tidak lagi sekadar aplikasi chatting, melainkan infrastruktur komunikasi vital. Di tahun 2026, di mana data pribadi bernilai lebih mahal daripada emas, fitur ini memberikan "perisai" bagi mereka yang paling membutuhkannya.
Bagi jurnalis, aktivis, atau pejabat publik, fitur ini adalah kewajiban. Bagi pengguna umum, ini adalah opsi menenangkan saat Anda merasa sedang menjadi target penipuan digital. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved