Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Google Bantah Gunakan Email untuk Melatih AI

Muhammad Ghifari A
25/11/2025 10:56
Google Bantah Gunakan Email untuk Melatih AI
Google menegaskan tidak menggunakan email Gmail untuk melatih Gemini AI. Klaim viral dibantah, dan Malwarebytes mencabut artikelnya setelah terjadi kesalahpahaman.(gmail)

KLAIM Google menggunakan pesan Gmail orang untuk melatih Gemini AI menjadi viral dan menimbulkan kepanikan, akhirnya terbantahkan. Google membantah klaim tersebut. 

Mereka menjelaskan kekhawatiran mengenai "Fitur Cerdas" Gmail disalahpahami dan tidak ada email pengguna Gmail yang digunakan untuk melatih AI Gemini milik Google. Situs yang membuat klaim awal juga telah mencabut klaimnya, mengakui  interpretasi awal mereka keliru.

Apa yang Sebenarnya Terjadi

Kehebohan ini bermula dari sebuah artikel Malwarebytes, Kamis (20/11). Respons dari Google memang cepat, tetapi tidak cukup cepat untuk mencegah klaim tersebut beredar di dunia maya. Sehari adalah keabadian digital.

“Laporan ini menyesatkan, kami tidak mengubah pengaturan siapa pun, Fitur Cerdas Gmail sudah ada selama bertahun-tahun, dan kami tidak menggunakan konten Gmail Anda untuk melatih model AI Gemini kami,” ujar Juru bicara Google, Jenny Thomson, Jumat (21/11).

Malwarebytes telah memperbarui artikelnya. “Kami memperbarui artikel ini setelah menyadari bahwa kami berkontribusi pada badai kesalahpahaman yang sempurna seputar perubahan terbaru dalam kata-kata dan penempatan fitur pintar Gmail."

"Pengaturannya sendiri sebenarnya bukan hal baru, tetapi cara Google baru-baru ini menulis ulang dan menampilkannya membuat banyak orang (termasuk kami) percaya bahwa konten Gmail mungkin digunakan untuk melatih model AI Google, dan bahwa pengguna telah diikutsertakan secara otomatis. Setelah mencermati dokumentasi Google dan meninjau laporan lainnya, tampaknya hal itu tidak benar."

Gmail memang memindai konten email untuk mendukung 'Fitur Cerdas'-nya sendiri, seperti penyaringan spam, kategorisasi, dan saran penulisan. Namun, ini merupakan bagian dari cara kerja Gmail pada umumnya. Tidak sama dengan melatih model AI generatif Google.

Google menegaskan Fitur Cerdas tidak aktif secara default, sehingga pengguna harus mengaktifkannya sendiri bila ingin memakainya. Dengan demikian, tidak ada pihak yang dapat mengakses fitur tersebut tanpa sepengetahuan dan persetujuan pengguna.

Malwarebytes menyatakan "pengalaman pengguna tampaknya bervariasi tergantung pada kapan dan bagaimana kata-kata baru tersebut muncul." (The Verge/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik