Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/5) sore ditutup melemah dipimpin oleh saham-saham sektor infrastruktur.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (28/5) sore ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 77,85 poin atau 1,08% ke posisi 7.254,27.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (27/5) sore ditutup melemah di tengah penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 45,95 poin atau 0,64% ke posisi 7.176,41.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (27/5) ditutup turun. Ini terjadi di tengah kekhawatiran suku bunga Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate (FFR).
IHSG BEI pada Senin (27/5) berpeluang menguat terbatas. Ini terjadi di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap pidato para pejabat Federal Open Market Committee (FOMC).
IHSG dibuka menguat 12,14 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.198,18.
Bank Indonesia dinilai perlu mempertahankan tingkat bunga acuan (BI Rate) di level 6,25%. Itu karena tekanan yang datang dari luar mulai mereda.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (21/5) ditutup melemah. Ini terjadi di saat pelaku pasar menantikan arah kebijakan suku bunga AS.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (20/5) dibuka merosot dipengaruhi isyarat keragu-raguan dalam penurunan suku bunga kebijakan AS atau Fed Funds Rate (FFR).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (16/5) sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.
Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
IHSG menguat akibat PDB kuartal I-2024 yang naik ke level 5,11 persen (yoy) setelah sebelumnya berada pada level 5,04 persen (yoy).
Ada sembilan sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan turun paling dalam, minus 2,78 persen.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
SEJAK pandemi covid-19 hingga saat ini dan seterusnya, inflasi telah menjadi perhatian utama bagi para pengambil kebijakan ekonomi dan moneter di seluruh dunia.
SATU bulan terakhir ini pernyataan-pernyataan pejabat Bank Sentral AS The Federal Reserve mengenai arah suku bunga dan inflasi cenderung menciptakan pesan yang berbagai rupa
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa risiko yang dihadapi industri perbankan nasional akibat penguatan dolar Amerika Serikat masih dapat dimitigasi
DEPUTI Gubernur Senior Bank Indonesia menjelaskan pelemahan rupiah yang terus berlangsung merupakan efek akumulasi gerak pasar dari dinamika global
The Fed akan menunda pemangkasan tingkat suku bunga Fed Fund Rate pada bulan Juni 2024
DIREKTUR Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah mengatakan berkurangnya cadangan devisa karena digunakan untuk intervensi valas agar tidak perlu dikhawatirkan.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved