Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (3/7) ditutup menguat seiring pasar menunggu rilis data tenaga kerja non farm payroll (NFP) Amerika Serikat (AS). Pada akhir perdagangan Rabu, rupiah naik 25 poin atau 0,15% menjadi 16.371 per dolar AS dari sebelumnya 16.396 per dolar AS.
"Pasar juga akan mengamati rilisan angka non farm payroll yang akan menjadi aktor utama fundamental pasar keuangan awal bulan Juli ini," kata analis Finex, Brahmantya Himayan, di Jakarta, Rabu. Angka NFP Jumat pekan ini diperkirakan turun menjadi sebesar 194 ribu. Jika angka aktual sesuai atau lebih lemah dari perkiraan, ini akan berimplikasi terhadap pelemahan dolar AS dan positif untuk nilai rupiah.
Sementara itu, bank sentral AS atau The Fed mengindikasikan pemangkasan suku bunga setelah inflasi surut menuju target. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan kepuasannya atas kemajuan inflasi selama setahun terakhir.
Namun pihaknya juga ingin melihat lebih banyak lagi data ekonomi yang mendukung, sebelum cukup percaya diri untuk mulai menurunkan suku bunga. Angka inflasi terakhir dan sebelumnya pada tingkat yang lebih rendah menunjukkan kembali ke jalur disinflasi.
The Fed ingin lebih yakin inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju 2%, sebelum memulai proses pengurangan jenis atau kebijakan pelonggaran. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu turun ke level Rp16.387 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.384 per dolar AS. (Ant/Z-2)
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas melemahnya nilai tukar rupiah.
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved