Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abdul Manap Pulungan menilai nilai tukar rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan di tengah kondisi ekonomi global yang semakin berat serta kedalaman pasar keuangan domestik yang relatif terbatas. Seperti dilaporkan kurs dolar ke rupiah hari ini telah tembus Rp17.000.
Menurutnya, tekanan terhadap rupiah juga tercermin dari pergerakan nilai tukar yang di sejumlah perbankan telah menembus kisaran Rp17.243 per dolar Amerika Serikat.
“Rupiah akan terus tertekan. Apalagi tadi saya baca berita ada beberapa bank yang sudah menjual Rp17.243. Kenapa seperti ini? Karena memang tendensi ekonomi global yang sangat berat,” ujarnya, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, kondisi pasar keuangan valuta asing di Indonesia yang relatif dangkal membuat rupiah lebih rentan terhadap tekanan ketika terjadi gejolak global.
“Di tengah pasar keuangan valas kita yang sangat dangkal, ketika terjadi tekanan investor akan dengan mudah melepas rupiah dan pindah ke negara lain atau ke instrumen lain, terutama emas yang dianggap sebagai investasi yang sangat aman,” kata Pulungan.
Ia menilai Bank Indonesia sebenarnya memiliki batas psikologis tertentu terhadap level nilai tukar rupiah yang dinilai berisiko bagi stabilitas perekonomian.
“Kalau sudah di kisaran Rp17.000 bisa jadi ini sudah menjadi warning bagi Bank Indonesia karena margin terhadap asumsi makroekonomi 2026 hampir mencapai Rp1.000 per dolar,” ujarnya.
Selain peran bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar, Pulungan menilai pemerintah juga perlu melakukan langkah penyesuaian fiskal guna mengantisipasi tekanan eksternal, termasuk potensi kenaikan harga energi global.
Ia menilai salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah meninjau kembali alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menyerap porsi besar dalam fiskal 2026.
“Pemerintah perlu melakukan restrukturisasi fiskal, terutama melihat kembali MBG yang merupakan salah satu anggaran terbesar di fiskal 2026,” katanya.
Menurutnya, sebagian anggaran tersebut dapat dialihkan untuk memperkuat subsidi energi jika terjadi lonjakan harga minyak dunia agar beban tidak langsung ditanggung masyarakat.
“Jika terjadi shock terhadap harga minyak, jangan serta-merta dibebankan ke masyarakat. Bisa ada shifting anggaran dari MBG ke subsidi karena dampaknya akan berat bagi ekonomi nasional ketika harga BBM naik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga bahan bakar tidak hanya berdampak pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga kelas menengah hingga dunia usaha yang pada akhirnya dapat menekan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dampaknya bukan hanya ke kelas bawah, tetapi juga kelas menengah dan atas. Jika itu terjadi, ekonomi nasional bisa tertekan dan target pertumbuhan sekitar 5,4% tahun ini berpotensi sulit tercapai,” pungkas Pulungan.. (H-4)
Peningkatan konsumsi biasanya didorong oleh pencairan tunjangan hari raya (THR) serta mobilitas masyarakat yang meningkat selama musim mudik.
Ekonom senior Didik J. Rachbini dari Indef menilai rencana impor 105 ribu kendaraan niaga pick-up dari India berisiko melemahkan industri otomotif nasional dan neraca perdagangan.
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
KEBIJAKAN hilirisasi di industri minerba masih memiliki beberapa hambatan.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Nilai tukar rupiah Senin, 9 Maret 2026 jebol ke level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan di Timur Tengah.
Nilai tukar rupiah tembus 16.905 per dolar AS (5/3/2026). Simak analisis dampak perang Iran dan penurunan outlook Fitch terhadap ekonomi Indonesia hari ini.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.892 per dolar AS dipicu eskalasi konflik Iran dan revisi outlook Fitch Ratings terhadap Indonesia menjadi negatif.
Di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved