Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Indef Paparkan Hambatan Hilirisasi Minerba

Ihfa Firdausya
12/2/2026 19:13
Indef Paparkan Hambatan Hilirisasi Minerba
Ilustrasi(Dok Pertamina )

KEBIJAKAN hilirisasi di industri minerba masih memiliki beberapa hambatan. Hal itu disampaikan peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Fadhila Maulida dalam rangkaian acara Kuliah Umum dan Talkshow dalam Rangka HUT ke-56 Media Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/2).

Hambatan-hambatan itu antara lain struktur biaya, tata kelola, hingga rantai pasoknya. Industri minerba, katanya, terkenal padat energi atau kebutuhan energinya sangat banyak.

“Hampir 30%-50% dari struktur biaya industri yang hilirisasi ini itu adalah untuk biaya energi. Jadi ketika misalkan harga energi itu goyang, itu pasti industri lebih akan goyang lagi. Karena hampir setengahnya adalah struktur biayanya untuk energi,” ungkap Fadhila.

Ia mendorong kolaborasi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN untuk memikirkan mekanisme, misalnya apakah memungkinkan adanya kontrak jangka Panjang.

“Jadi tarifnya itu tarif di awal sehingga itu memberikan kepastian kepada industri bahwa untuk cost-nya itu sekian. Nah ini juga memberikan kepercayaan juga kepada investor. Ketika misalkan tidak ada tarif yang di awal itu, investor akan ragu,” ujarnya.

“Karena ketika tadi energi itu kita akan sangat goyang ya untuk harganya, itu berarti biayanya akan semakin lebih tinggi,” pungkasnya.

Kuliah umum Media Indonesia turut didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), ExxonMobil, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), PetroChina International Jabung Ltd, Harbour Energy, PT Energi Mega Persada (EMP), PT Pertamina EP, dan Medcom.id. (Ifa)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya