Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Dengan memiliki 3% dari cadangan tembaga yang ada di dunia, Indonesia disebut memiliki peluang untuk menjadi negara pengekspor produk derivatif tembaga. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, dalam diskusi Tantangan dan Implikasi Hilirisasi Mineral di Indonesia.
"Kita punya peluang untuk menjadi pengekspor produk-produk derivatif tembaga yang ada di Indonesia," ucap Esther di Jakarta, Senin (3/2).
Tidak hanya didorong oleh cadangan sumber daya alam yang dimiliki, Esther mengungkapkan permintaan produk-produk derivatif dari komoditas tembaga semakin banyak di pasar global. Hal tersebut, merupakan peluang bagi Indonesia untuk tidak mengekspor hanya dalam bentuk tembaga mentah.
"Itu bisa diolah dulu, bisa diolah menjadi katoda, cu rod, kemudian wire cu ataupun electric wire," ungkapnya.
Dengan mengekspor tembaga yang sudah dioleh, Esther meyakini bahwa nilai jual produk jadi tersebut akan meningkat dibandingkan dengan nilai jual produk tembaga mentah.
"Ketika (tembaga) diolah menjadi cu katoda, ini nilainya menjadi berlipat ganda 3,9 kali artinya hampir 4 kali lipat ya dari sisi harga. Kemudian kalau diolah menjadi cu rod menjadi cu wire, ini sekitar 24 kali lipat. Apalagi kalau diolah menjadi elektrik wire gitu ya, itu sekitar 39 kali lipat. Jadi ini sangat menguntungkan ketika tembaga itu diekspor tidak dalam bentuk bahan mentah tetapi diolah dulu," terang Esther.
Di samping itu, Esther meyakini bahwa dengan adanya hilirisasi industri sumber daya alam (SDA) Indonesia juga berkesempatan membuka Green Window Opportunity.
"Artinya apa? Ini membuka peluang besar bagi Indonesia yang sebagai produsen mineral kritis tetapi menggunakan teknologi ramah lingkungan. Makanya ini potensi Indonesia untuk melakukan hilirisasi dengan mengolahnya dengan teknologi hijau ini sangat dimungkinkan," pungkasnya. (Z-11)
Perbaikan pada pabrik oksigen di PT Smelting telah menyebabkan penundaan startup fasilitas smelter, setelah shutdown selama satu bulan untuk perawatan.
PT Sumbawa Timur Mining memastikan bahwa praktik pertambangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan telah diterapkan sejak tahap eksplorasi.
DINAS ESDM NTB memberi keterangan terkait dugaan ditemukannya kolam limbah eksploitasi tambang di area kerja PT Sumbawa Timur Mining (STM), Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu.
HARGA tembaga melonjak lebih dari 5% di New York. Penyebabnya yaitu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyarankan impor logam tersebut dikenakan tarif sebesar 25%.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang kebijakan perdagangan global, dengan mengusulkan tarif baru pada impor tembaga sebesar 25%.
Satgas Terpadu yang bertugas di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Weda Bay, Maluku Utara, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bahan mineral pada Jumat, 5 Desember 2025.
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) buka suara terkait dugaan upaya pengangkutan material tanpa izin di Bandar Udara Khusus Weda Bay yang berada di dalam kawasan IWIP.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menegaskan perlunya langkah bersama antara Pemerintah dan DPR dalam memperkuat penataan tata kelola serta tata niaga timah nasional.
Pemindaian sinar X pada sampel asteroid Ryugu mengungkap mineral langka, air, dan senyawa organik.
Salah satu komoditas yang akan difokuskan oleh badan tersebut, kata Bahlil, ialah tanah jarang. Komoditas tersebut saat ini diketahui memiliki harga yang cukup tinggi di pasar global.
AS dan Tiongkok mencapai kemajuan yang meredakan perang dagang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved