Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
Tiga daerah yang mengalami kekeringan ekstrem dengan tidak ada hujan lebih dari 80 hari.
Kawasan terdampak kekeringan terus meluas. Pengiriman air bersih selamatkan warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah sejumlah wilayah dilaporkan terus menggiatkan pengiriman bantuan air bersih ke area yang dilanda kekeringan akibat kemarau panjang.
Kepala BPBD, Paulus Igo Geroda menyebutkan hanya tiga kecamatan tidak mengalami krisis air. Sedangkan 16 kecamatan lainnya kini masuk ke dalam daerah rawan air dan berdampak krisis air bersih.
Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga telah menyalurkan 1,1 juta liter lebih air bersih ke wilayah kekeringan.
Tahun lalu, telah terselesaikan pembangunan 81 embung sebagai cadangan air baku dan menampung air hujan.
Sebanyak 102.746 ha sawah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dilanda kekeringan. Dari luas itu, 9.940 ha dinyatakan gagal panen.
Menurutnya, musim kemarau tahun ini di bawah normal karena berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Petani, lanjut dia, sudah meminta agar ada kebijakan pengaturan air untuk menyelamatkan lahan sawah.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk merekayasa cuaca jika musim kemarau berkepanjangan.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada Juli, Agustus, dan September 2019 curah hujan berpeluang di bawah normal.
Dinas Pertanian Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggiatkan kembali sosialisasi pola tanam padi-padi-palawija kepada para petani.
Presiden juga meminta kepada jajarannya baik di pusat maupun daerah untuk mengecek suplai air baik suplai air bersih maupun suplai air untuk pertanian.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan para menteri kabinet kerja untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang terjadi pada musim kemarau 2019.
Tercatat sebanyak 127.977 warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai mengalami kesulitan air bersih, karena dampak kemarau.
Kemarau panjang yang berdampak kekeringan melanda 14 daerah di Jawa Tengah mengakibatkan panen cabai di beberapa daerah sentra pertanian merosot tajam.
Penetapan status siaga satu bencana kekeringan disebabkan banyaknya lahan pertanian yang telah mengalami kekeringan.
Sebanyak 11 desa yang kekeringan saat ini telah diberikan bantuan air bersih total sebanyak mengerahkan 136 mobil tangki air.
KEKERINGAN di Jawa Tengah meluas hingga melanda 14 daerah dari sebelumnya 10 kabupaten dan kota.
. Jumlah warga yang diperkirakan kekurangan air bersih seperti tahun lalu sebanyak 8.404 kepala keluarga atau 25.581 jiwa.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved