Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Kabupaten dan kota yang dilanda kekeringan ekstrem ialah Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Sumba Barat, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Kupang, Belu, dan Kota Kupang.
Pemanfaatan TMC untuk mengatasi kekeringan ini, merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Joko Widodo dan banyak kepala daerah.
Potensi awan hujan saat ini masih kurang dari 70% sehingga belum dapat dilakukan operasi teknologi modifi kasi cuaca di daerah yang mengalami kekeringan.
Berdasarkan data BMKG, puncak kekeringan akan terjadi pada Agustus dan akan berlangsung hingga September atau November.
Data tersebut diperoleh dari Kementerian Pertanian dan menunjukkan luas lahan pertanian yang terkena dampak kekeringan dari 2009-2019.
Data BNPB per 22 Juli 2019, 75 kabupaten dan kota terdampak kekeringan yaitu Jabar dengan jumlah 21 wilayah, Banten 1 wilayah, Jateng 21 wilayah, DI Yogyakarta 2, Jatim 10, Bali 2, NTT 15, dan NTB 9.
KEGAWATAN melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah akibat kekeringan ekstrem.
Untuk itu BPBD tetap mendistribusikan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga warga.
Hasil laporan di lapangan, krisis air bersih yang dialami warga terjadi di 11 desa di 7 kecamatan.
Tiga daerah yang mengalami kekeringan ekstrem dengan tidak ada hujan lebih dari 80 hari.
Kawasan terdampak kekeringan terus meluas. Pengiriman air bersih selamatkan warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah sejumlah wilayah dilaporkan terus menggiatkan pengiriman bantuan air bersih ke area yang dilanda kekeringan akibat kemarau panjang.
Kepala BPBD, Paulus Igo Geroda menyebutkan hanya tiga kecamatan tidak mengalami krisis air. Sedangkan 16 kecamatan lainnya kini masuk ke dalam daerah rawan air dan berdampak krisis air bersih.
Hingga kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga telah menyalurkan 1,1 juta liter lebih air bersih ke wilayah kekeringan.
Tahun lalu, telah terselesaikan pembangunan 81 embung sebagai cadangan air baku dan menampung air hujan.
Sebanyak 102.746 ha sawah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dilanda kekeringan. Dari luas itu, 9.940 ha dinyatakan gagal panen.
Menurutnya, musim kemarau tahun ini di bawah normal karena berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Petani, lanjut dia, sudah meminta agar ada kebijakan pengaturan air untuk menyelamatkan lahan sawah.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk merekayasa cuaca jika musim kemarau berkepanjangan.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada Juli, Agustus, dan September 2019 curah hujan berpeluang di bawah normal.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved