Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada tujuh provinsi di Indonesia yang telah mengalami kekeringan. Tujuh wilayah itu ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Kepala Pelaksana Harian (Plh) Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo merinci secara keseluruhan terdapat sebanyak 79 kabupaten/kota di tujuh provinsi tersebut yang mengalami kekeringan, meliputi 1.969 desa/kelurahan di 556 kecamatan.
Ia menyampaikan lebih jauh bahwa puncak kekeringan akan terjadi pada Agustus mendatang sebagaimana prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tujuh provinsi telah melakukan upaya peringatan guna mengantisipasi sebelum bencana kekeringan bertambah parah.
Upaya penanganan jangka pendek menghadapi kekeringan, terang Agus, antara lain melakukan pendistribusian air, pengadaan mobil tanki air, menambah hidran umum, dan membuat sumur bor.
"Usaha lain ialah hujan buatan atau modifikasi cuaca, termasuk kampanye hemat air," ucapnya, Rabu (17/7). Hujan buatan, imbuhnya, merupakan perintah Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di istana negara beberapa waktu lalu.
Sementara itu, upaya penanganan kekeringan jangka panjang, yaitu revitaliasi danau dan daerah aliran sungai, membangun waduk, perbaikan irigasi, pemipaan, biopori, dan pembuatan embung serta sumur permanen, termasuk pemberian pohon bernilai ekonomis dan ekologis yang bisa menampung resapan air dalam tanah, seperti pohon sukun dan aren. Kekeringan juga berdampak pada meningkatnya risiko sebaran titik panas (hotspot) di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, data yang diambil dari Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan sebaran luas karhutla pada 2019 menurun drastis mencapai 30.477 hektare.
Menurut Agus, itu disebabkan koordinasi penanganan karhutla semakin diperkuat dengan adanya siaga darurat bencana karhutla.
Berbagai daerah di Tanah Air juga melaporkan fenomena kekeringan yang kian meluas dan memburuk. Sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Tegal, Klaten, melaporkan adanya fenomena itu. Demikian pula dengan sejumlah daerah di Jawa Barat dan Bali.
Efek berganda
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Soetarto Alimoeso berpandangan bahwa fenomena kekeringan yang tengah terjadi saat ini akan membawa efek berganda pada sektor perberasan di Tanah Air.
Misalnya, jadwal puncak panen raya yang bergeser dari Maret ke April.
Dengan panen yang bergeser, otomatis kegiatan tanam pun bergerak ke Mei. Akhirnya, panen gadu yang seharusnya terjadi pada September pun berpotensi mundur ke Oktober. Begitu pun untuk musim-musim tanam selanjutnya yang berpeluang semakin menjauh dari jadwal semestinya.
"Ini yang harus diperhitungkan sejak sekarang. Persediaan pangan terutama beras harus benar-benar diperhitungkan. Jangan sampai salah analisis hingga akhirnya membuat keputusan yang salah dan terjadi krisis pangan," ujar Soetarto, Rabu (17/7).
Merujuk data Kementerian Pertanian sudah seluas 102.746 ha lahan sawah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dilanda kekeringan. Dari luas itu, 9.940 ha telah dinyatakan puso atau gagal panen. "Angka itu semestinya bisa diminimalisasi jika Kementan sudah melakukan antisipasi." (Pra/JI/AS/JS/BB/RS/BY/X-6)
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved