Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC), sebagai bentuk mitigasi sekaligus penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Riau.
“Bentuk ikhtiar ini akan dilakukan selama tujuh hari mulai Senin (21/7) hingga Minggu (27/7). Kendati demikian, operasi yang dilakukan untuk menurunkan hujan buatan ini dapat diperpanjang waktu pelaksanaannya dengan melihat hasil evaluasi, analisa dan kondisi lain di lapangan,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dilansir dari keterangan resmi, Minggu (20/7).
Dalam pelaksanaannya, BNPB akan mengerahkan sebuah pesawat Cessna dengan nomor registrasi PK SNL (C 208 B) yang diberangkatkan dari Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Banten, menuju Riau pada hari ini, Minggu (20/7). Sesuai jadwal, pesawat ini akan tiba di Pekanbaru pada pukul 14.30 WIB.
Sebagaimana pelaksanaan OMC yang pernah dilakukan BNPB, secara teknis, pelaksanaannya masih sama, yakni dengan menaburkan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) atau garam dapur ke kumpulan bibit awan hujan. Partikel NaCl ini kemudian akan menempel pada butiran-butiran uap air yang terkandung di dalam bibit awan hujan sehingga berat atau masanya bertambah dan hujan dapat diturunkan di posisi yang dikehendaki berdasar hasil analisis tim di darat.
Selain NaCl, bahan semai lainnya juga akan menggunakan Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor. Adapun fungsinya adalah untuk mengurai partikel asap dan gas yang dihasilkan karhutla sehingga proses penguapan dan pembentukan awan hujan dapat segera terjadi.
Penyemaian kapur tohor ini juga dilakukan apabila asap terlalu banyak menutupi area penguapan. Jika hal itu terjadi, maka pesawat akan menyemai kapur tohor terlebih dahulu, baru kemudian jika sudah terbentuk awan hujan, bahan semai garam dapur disebar ke angkasa.
Pelaksanaan OMC Riau ini pun sedikit berbeda dengan yang sudah dilakukan BNPB di wilayah Jabodetabek pada bulan lalu. Jika pada waktu itu OMC dilakukan untuk redistribusi curah hujan agar tidak turun di bagian hulu sungai maupun kawasan terdampak banjir Jabodetabek, maka yang akan dilaksanakan di Riau ini justru diharapkan bahwa hujan dapat turun di lokasi target yang terdapat titik api.
Sebagai upaya percepatan penanganan karhutla Riau BNPB juga mengerahkan helikopter patroli karhutla berjenis BELL 206 reg PK-KSF. Patroli udara ini menjadi bagian penting dalam monitoring lokasi, sehingga hal itu akan memudahkan satgas karhutla darat maupun udara dalam menentukan dan menjangkau titik api agar segera dapat dipadamkan.
Di samping itu, BNPB me-reposisi helikopter water bombing dari Palembang menuju Riau. Helikopter bertipe Mi-8MSB-T reg UR-VBC ini turut dikerahkan untuk mendukung percepatan pemadaman karhutla yang kian membara dalam sepekan terakhir.
Adapun, selain pemadaman karhutla melalui udara, BNPB juga mengerahkan satgas darat yang dilengkapi dengan peralatan dan logistik memadai. Personel yang bergerak adalah tim gabungan dari lintas sektor, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Tagana, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha dan unsur lainnya.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto akan memimpin pelaksanaan penanganan karhutla di Riau secara langsung pada esok hari. Sebelumnya, dia telah menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah yang terdampak untuk menetapkan status tanggap darurat karhutla, sehingga penanganannya lebih optimal, terpusat dan terorganisir dengan baik. (H-3)
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Titik panas atau hotspot yang diduga adanya kebakaran hutan dan lahan (kahutla) bertebaran di sejumlah titik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sejak sepekan.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau sejak 24 hingga 31 Agustus 2025.
Berdasarkan informasi, bibit kelapa sawit yang ditanami telah mencapai seluas 1 hektare (ha) di lokasi karhutla yang menghanguskan sekitar 50 ha lahan gambut.
Tiga PBPH yang disegel yaitu milik PT DRT di Kabupaten Rokan Hilir dengan area yang terbakar seluas lebih kurang 75 hektare berada di areal gambut Kawasan hutan produksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved