Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Kasus kebocoran data pemilih dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh akun anonim Jimbo yang dijual seharga US$74 ribu mengancam integritas pelaksanaan Pemilu 2024.
KEBOCORAN data yang kembali terjadi membuat kesal DPR. Kebocoran yang menggunakan akun anonim Jimbo tersebut terjadi pada data pendaftaran pemilih (voter registration database)
Bareskrim Polri tengah menyelidiki dugaan kebocoran data daftar pemilih tetap (DPT) pada situs kpu.go.id
KPU menggandeng tim Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cybercrime Mabes Polri, Badan Intelejen Negara (BIN) hingga Kementerian Kominfo.
KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Haysim Asy'ari menyebut banyak pihak yang memiliki data daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Saat ini, CSIRT (Computer Security Insident Response Team) sedang berkoordinasi langsung dengan KPU untuk sekaligus melakukan penyelidikan."
KASUS penyalahgunaan data pribadi kerap terjadi di Indonesia. Nasabah produk jasa keuangan sering kali menjadi korban. Pasalnya, data pribadi sering kali disebarluaskan oleh pemiliknya
Jon Boutcher ditunjuk sebagai Kepala Kepolisian Layanan Kepolisian Irlandia Utara. Ia menggantikan pendahulunya yang terkena sejumlah skandal.
Menkominfo Budi Arie Setiadi angkat bicara ihwal dugaan kebocoran data di Kementerian Pertahanan. Ia menilai hal itu sebagai sebuah isu.
Charles Littlejohn, mantan kontraktor IRS mengaku bersalah telah membocorkan laporan pajak Donald Trump.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kaget ada apalikasi yang memiliki data 123 juta warga Indonesia. Data tersebut diperoleh hanya dalam hitungan bulan.
ANGGOTA Komisi I DPR Al Muzammil Yusuf mengkhawatirkan kekuatan dan langkah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam mengamankan data pemilu dari kebocoran atau peretasan.
Komisi I DPR memiliki semangat yang sama untuk memperkuat keamanan siber melalui revisi kedua UU ITE.
KEPALA Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian menyebut banyaknya kebocoran data atau insiden ancaman siber disebabkan kurangnya kesiapan, kesadaran serta kepatuhan
Dewan pengawas dinilai Johanis Tanak sedang mencari kesalahan terhadap dirinya. Pasalnya kebocoran percakapan dengan Idris Sihite tidak diusut.
Tren kebocoran data di Indonesia masih terus terjadi, bahkan hingga saat ini.
Ada beberapa faktor penyebab kebocoran data, termasuk serangan siber, insiden internal, ketidakhati-hatian, serta kerentanan pada aplikasi
Menkominfo Budi Arie Setiadi heran terkait jumlah dugaan bocornya data pribadi sebanyak 337 juta.
Kebocoran data pribadi sudah terjadi berkali-kali. Fenomena itu seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
DIREKTUR Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dal Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengatakan bahwa data yang ada di breachforums tidak sama dengan basis data
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved