Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
"Karena kami melihat DOB ini adalah solusi dan strategi untuk pembangunan di tanah Papua. Sehingga dengan itu kami turun hari ini untuk mendesak agar Undang-Undang tersebut bisa disahkan."
Di Padang, Sumatera Barat, ratusan massa dari Aliansi Pemuda Minangkabau bahkan sampai menggelar aksi damai di depan Polda Sumatera Barat untuk menuntut penegak hukum segera menangkap Nikita.
Pasukan antihuru hara menggunakan meriam air disusul gas air mata, saat pengunjuk rasa bergerak menuju kediaman resmi Presiden Gotabaya Rajapaksa di Kolombo.
Asosiasi UPN NKRI menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo dengan tuntutan pencabutan Pasal 73 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sebelumnya Kadiv Polri Irjen Dedi Prasetyo mengingatkan sejumlah elemen buruh yang hendak unjuk rasa menjaga ketertiban
Kapolsek Gambir Kompol Rango Siregar terinjak setelah terlibat dorong-dorongan dengan massa.
"Provokasi dari kelompok yang tidak dikenal, atau di luar peserta aksi. Ini harus diwaspadai dan sebenarnya model atau pola-pola lama," ujarnya
Demo tersebut dilakukan sebagai respon atas sikap Singapura yang menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) beberapa waktu lalu.
Sahroni mengimbau jangan sampai mudah terprovokasi kelompok yang coba memancing kegaduhan.
Irjen Dedi Prasetyo mengingatkan elemen buruh yang melakukan unjuk rasa untuk tetap menjaga ketertiban
Pukul 11.30 WIB, Sabtu (14/5), terlihat massa aksi mulai tiba di depan gedung DPR/MPR RI. Beberapa dari mereka menggunakan pakaian serikat buruh.
Para buruh akan menyuarakan 18 tuntutan kepada anggota DPR dan pemerintah.
Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebelumnya mengatakan sebanyak 100 ribu buruh akan menggelar aksi unjuk rasa
Pengadilan Sri Lanka melarang mantan Perdana Menteri (PM) Mahinda Rajapaksa berikut putranya Namal, dan 15 orang-orang kepercyaannya meninggalkan negara itu.
"Tak cerdas saja minta Presiden mundur tanpa alasan konstitusional yang jelas. Ngerti UU enggak,” ujarnya.
Frustrasi akibat krisis ekonomi yang mengerikan di Sri Lanka memicu kekerasan antara kelompok anti-pemerintah dan pendukung Presiden Gotabaya Rajapaksa.
Rencananya, sejumlah elemen masyarakat dari buruh seperti Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) akan berdemo
Menurutnya, jangan sampai adanya aksi unjuk rasa malah menghambat agenda pemulihan ekonomi nasional.
Para demonstran anti-PM Mahinda Rajapaksa tak hanya bentrok dengan aparat keamanan tapi mereka juga membakar rumah mliki wali kota, menteri, dan anggota parlemen.
Mereka menyampaikan orasi di depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat atau di depan Gedung Sapta Pesona sejak pukul 14.30 WIB.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved