Kamis 12 Mei 2022, 16:39 WIB

PM Mahinda Rajapaksa dan Keluarganya Dilarang ke Luar Negeri

Cahya Mulyana | Internasional
PM Mahinda Rajapaksa dan Keluarganya Dilarang ke Luar Negeri

Ishara S. KODIKARA / AFP
Perdana Menteri (PM) Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa, saat upacara kembali terpilih menjadi PM Sri Lanka periode kedua pada Agustus 2020.

 

PENGADILAN Sri Lanka melarang mantan Perdana Menteri (PM) Mahinda Rajapaksa berikut putranya Namal, dan 15 orang-orang kepercyaannya meninggalkan negara itu.

Alasannya karena mereka diduga kuat terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap demonstran anti-pemerintah.

Hakim di ibu kota Kolombo juga meminta polisi untuk menyelidiki serangan massa pada Senin (10/5) terhadap pengunjuk rasa damai.

Tindakan tersebut menyebabkan kekerasan balasan yang merenggut sembilan nyawa dan menyebabkan kehancuran yang meluas.

Sebuah petisi ke pengadilan juga meminta surat perintah penangkapan terhadap Rajapaksa dan rekan-rekannya, kata seorang pejabat pengadilan kepada AFP.

Baca juga: Sri Lanka Rusuh, Kemlu Pastikan 273 WNI Aman

"Tetapi hakim menolaknya karena polisi tetap memiliki wewenang untuk menahan tersangka," tambah pejabat itu.

Para korban kekerasan hari Senin mengatakan bahwa Rajapaksa dan pembantu-pembantu utama telah mengangkut sekitar 3.000 pendukung mereka ke ibu kota dan menghasut untuk menyerang para pengunjuk rasa yang damai.

Massa loyalis berhamburan keluar dari kediamannya dan menyerang demonstran anti-pemerintah dengan tongkat dan pentungan.

Biksu Buddha dan pendeta Katolik termasuk di antara sedikitnya 225 orang yang dirawat di rumah sakit setelah serangan itu.

Pembalasan aksi tersebut menyebar ke seluruh negeri, dengan puluhan rumah loyalis Rajapaksa dibakar. Perdana menteri mengundurkan diri dan harus dievakuasi dari rumahnya oleh pasukan bersenjata lengkap.

Mantan pemimpin berusia 76 tahun itu saat ini bersembunyi di fasilitas angkatan laut di timur negara kepulauan itu.

Putranya Namal mengatakan kepada AFP pada hari Selasa (10/5) bahwa keluarganya tidak berniat meninggalkan negara itu. (AFP/Cah/OL-09)

Baca Juga

AFP/Jaafar Ashtiyeh.

Israel Nilai Tentaranya yang Membunuh Jurnalis Al Jazeera tidak Bersalah

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 16:19 WIB
Al Jazeera yang berbasis di Qatar menuduh Israel membunuh Abu Akleh dengan sengaja dan dengan darah...
AFP

Biden Lemparkan Candaan kepada PM Australia yang Baru

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 24 Mei 2022, 15:39 WIB
Anthony Albanese, PM Australia yang baru saja terpilih, harus menjalani perjalanan panjang untuk sampai di KTT Quad yang berlangsung di...
AFP/SAUL LOEB

Berjanji Bela Taiwan, Biden Picu Kemarahan Tiongkok

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 24 Mei 2022, 11:25 WIB
Biden membandingkan ancaman Tiongkok terhadap Taiwan dengan invasi Rusia ke Ukraina, pernyataan terkerasnya terkait konflik Tiongkok dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya