Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEUSAI operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, kini Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk melancarkan serangan ke Iran. Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Iran mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga negara AS agar segera meninggalkan Iran, seiring meningkatnya situasi keamanan di negara tersebut.
"Tinggalkan Iran sekarang," tulis kedutaan dalam pernyataannya, seraya meminta warga AS untuk mengatur keberangkatan secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan pemerintah Amerika.
"Jika Anda tidak dapat pergi, carilah lokasi yang aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya," lanjut peringatan tersebut.
Kedutaan juga mengingatkan warga AS untuk mengantisipasi pemadaman internet yang berkepanjangan, menyiapkan metode komunikasi alternatif, serta bersiap meninggalkan Iran melalui jalur darat menuju Armenia atau Turki.
Bagi warga negara ganda AS-Iran, kedutaan menegaskan bahwa mereka harus menggunakan paspor Iran untuk keluar dari negara tersebut. Pemerintah Iran, menurut pernyataan itu, tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan individu tersebut semata-mata sebagai warga negara Iran.
"Menunjukkan paspor AS atau menunjukkan hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang," demikian bunyi peringatan itu.
Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25% terhadap semua negara yang tetap menjalin hubungan bisnis dengan Iran, di tengah meningkatnya penindakan keras pemerintah Iran terhadap protes anti-pemerintah.
Meski berulang kali mengeluarkan ancaman akan menyerang Iran jika aparat keamanan terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran, Trump juga menyatakan keterbukaannya untuk mengeksplorasi jalur diplomasi dengan Teheran.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Trump pada Senin telah menerima pengarahan mengenai berbagai opsi respons terhadap Iran, yang tidak terbatas pada serangan udara konvensional.
CBS News melaporkan bahwa opsi-opsi tersebut mencakup penggunaan instrumen militer dan operasi rahasia, termasuk serangan siber serta kampanye psikologis yang ditujukan untuk mengganggu struktur komando, jaringan komunikasi, dan media yang dikelola pemerintah Iran.
Mengutip dua pejabat Pentagon, laporan itu menyebutkan bahwa operasi siber dan psikologis dapat dijalankan secara terpisah maupun bersamaan, meskipun hingga kini belum ada keputusan final yang diambil.
Menurut laporan yang sama, tim keamanan nasional pemerintahan Trump dijadwalkan membahas perkembangan terbaru terkait Iran dalam pertemuan di Gedung Putih pada Selasa (13/1).
Trump sebelumnya mengatakan bahwa pemerintahannya terus memantau situasi di Iran dengan saksama dan tengah menelaah opsi yang sangat kuat menyusul meningkatnya laporan jumlah korban tewas dalam rangkaian protes yang masih berlangsung.
"Kami akan membuat keputusan," ujar Trump, seraya menambahkan bahwa ia menerima laporan perkembangan Iran setiap jam, tanpa merinci kapan, di mana, atau bagaimana Amerika Serikat akan bertindak. (Anadolu/Fer)
Utusan khusus AS mengungkap rasa penasaran Donald Trump atas sikap Iran di tengah kepungan militer. Sementara itu, gelombang protes mahasiswa pecah di Teheran.
Presiden Masoud Pezeshkian tegaskan bangsa Iran tidak akan tunduk pada intimidasi musuh. Ia menyerukan persatuan nasional untuk atasi tekanan politik dan ekonomi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas guna menekan Iran agar bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Presiden Donald Trump siapkan pangkalan militer di Timur Tengah dan pertimbangkan serangan terbatas demi kesepakatan nuklir.
Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat 15 hari bagi Iran untuk kesepakatan nuklir. Ancaman langkah militer membayangi jika diplomasi di Jenewa gagal.
Perwakilan Iran di PBB tegaskan AS pikat tanggung jawab penuh atas agresi militer. Semua pangkalan musuh di kawasan jadi target sah respons defensif.
Tewasnya gembong narkoba El Mencho memicu kerusuhan hebat di Meksiko. Blokade jalan dan pembakaran terjadi, hingga maskapai internasional batalkan penerbangan.
Tiga akun media sosial provokatif yang diduga mengeskalasi kerusuhan Agustus 2025. Akun Strongerboy, Adiastha8, dan Armyzoned ID dianggap kebal hukum dan belum diusut kepolisian.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Dalam disertasinya yang berjudul Konfigurasi Resiprokal Determinan, Pencegahan, dan Penanganan Kerusuhan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait kerusuhan yang terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved