Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEUSAI operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, kini Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk melancarkan serangan ke Iran. Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Iran mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga negara AS agar segera meninggalkan Iran, seiring meningkatnya situasi keamanan di negara tersebut.
"Tinggalkan Iran sekarang," tulis kedutaan dalam pernyataannya, seraya meminta warga AS untuk mengatur keberangkatan secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan pemerintah Amerika.
"Jika Anda tidak dapat pergi, carilah lokasi yang aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya," lanjut peringatan tersebut.
Kedutaan juga mengingatkan warga AS untuk mengantisipasi pemadaman internet yang berkepanjangan, menyiapkan metode komunikasi alternatif, serta bersiap meninggalkan Iran melalui jalur darat menuju Armenia atau Turki.
Bagi warga negara ganda AS-Iran, kedutaan menegaskan bahwa mereka harus menggunakan paspor Iran untuk keluar dari negara tersebut. Pemerintah Iran, menurut pernyataan itu, tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan individu tersebut semata-mata sebagai warga negara Iran.
"Menunjukkan paspor AS atau menunjukkan hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang," demikian bunyi peringatan itu.
Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25% terhadap semua negara yang tetap menjalin hubungan bisnis dengan Iran, di tengah meningkatnya penindakan keras pemerintah Iran terhadap protes anti-pemerintah.
Meski berulang kali mengeluarkan ancaman akan menyerang Iran jika aparat keamanan terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran, Trump juga menyatakan keterbukaannya untuk mengeksplorasi jalur diplomasi dengan Teheran.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Trump pada Senin telah menerima pengarahan mengenai berbagai opsi respons terhadap Iran, yang tidak terbatas pada serangan udara konvensional.
CBS News melaporkan bahwa opsi-opsi tersebut mencakup penggunaan instrumen militer dan operasi rahasia, termasuk serangan siber serta kampanye psikologis yang ditujukan untuk mengganggu struktur komando, jaringan komunikasi, dan media yang dikelola pemerintah Iran.
Mengutip dua pejabat Pentagon, laporan itu menyebutkan bahwa operasi siber dan psikologis dapat dijalankan secara terpisah maupun bersamaan, meskipun hingga kini belum ada keputusan final yang diambil.
Menurut laporan yang sama, tim keamanan nasional pemerintahan Trump dijadwalkan membahas perkembangan terbaru terkait Iran dalam pertemuan di Gedung Putih pada Selasa (13/1).
Trump sebelumnya mengatakan bahwa pemerintahannya terus memantau situasi di Iran dengan saksama dan tengah menelaah opsi yang sangat kuat menyusul meningkatnya laporan jumlah korban tewas dalam rangkaian protes yang masih berlangsung.
"Kami akan membuat keputusan," ujar Trump, seraya menambahkan bahwa ia menerima laporan perkembangan Iran setiap jam, tanpa merinci kapan, di mana, atau bagaimana Amerika Serikat akan bertindak. (Anadolu/Fer)
Donald Trump mengancam serangan tambahan ke fasilitas minyak Iran di Pulau Kharg dan menyerukan koalisi kapal perang internasional menjaga Selat Hormuz.
Senator dari Partai Demokrat, Chris Murphy, menilai Presiden Donald Trump telah kehilangan kendali atas konflik yang kini meluas di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara terbaru, Presiden AS Donald Trump menyinggung rumor kematian Pemimpin Agung Iran dan mengancam akan kembali menggempur infrastruktur minyak Iran.
AKUN Twitter Yair Netanyahu menjadi sorotan di tengah rumor tentang kematian ayahnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dia memberikan contoh dua kapal Indonesia yang berhasil diizinkan melewati Selat Hormuz.
Daftar lengkap 33 rudal Iran terbaru 2026. Cek spesifikasi hipersonik Fattah-2, jangkauan 2.500 km Sejjil, hingga akurasi maut Kheibar Shekan.
Tewasnya gembong narkoba El Mencho memicu kerusuhan hebat di Meksiko. Blokade jalan dan pembakaran terjadi, hingga maskapai internasional batalkan penerbangan.
Tiga akun media sosial provokatif yang diduga mengeskalasi kerusuhan Agustus 2025. Akun Strongerboy, Adiastha8, dan Armyzoned ID dianggap kebal hukum dan belum diusut kepolisian.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Dalam disertasinya yang berjudul Konfigurasi Resiprokal Determinan, Pencegahan, dan Penanganan Kerusuhan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait kerusuhan yang terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved