Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Etikah Karyani mengatakan mengatakan serangan siber ransomware LockBit 3.0 terhadap Bank Syariah Indonesia (BSI) perlu dipastikan apakah hanya sekadar ancaman atau ada yang dituju.
PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. (BSI) dan Badan Sandi Siber Negara (BSSN) memperkuat sinergi dan koordinasi terkait langkah-langkah penanganan dugaan serangan siber.
ANGGOTA Komisi XI DPR dari F-PDIP Said Abdullah mengatakan perbankan wajib menjaga kerahasiaan nasabah, dikecualikan untuk urusan seperti penyelidikan perpajakan,
Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menyentuh Auto Reject Bawah (ARB)
Peretasan dan phishing dengan malware, ransomware, doxing, hingga social engineering kian mengancam keamanan baik individu maupun instansi. Ini pengertian, perbedaan, dan karakternya.
Bank Syariah Indonesia (BSI) memastikan bahwa data dan dana nasabah dalam kondisi aman. Semua transaksi pun dalam kondisi normal tanpa ada gangguan.
Sebagian pihak berkeinginan qanun nomor 11 tahun 2018 tentang Kuantan syariah itu direvisi kembali.
BADAN Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memberikan informasi terbaru secara berkala kepada publik.
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali melayani transaksi Modul Penerimaan Negara (MPN) dan Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (SPAN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Layanan Bank Syariah Indonesia sudah kembali normal dan membaik.
PAKAR keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan konsekuensi dari data yang bocor adalah sangat berat.
SEKRETARIS Perusahaan Bank Syariah Indonesia (BSI) Gunawan A. Hartoyo menjelaskan menegaskan kasus kehilangan dana lebih dari Rp300 juta tidak terkait dengan kendala sistem di BSI.
DIREKTUR Indonesia Development and Islamic Studies Yusuf Wibisono mengatakan lumpuhnya layanan perbankan Bank Syariah Indonesia (BSI) hingga 4-5 hari ini sangat fatal.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus berkoordinasi dengan BSI untuk segera mengatasi gangguan tersebut.
Keamanannya dipertanyakan karena diserang ransomware, nasabah BSI diminta untuk melakukan pembaharuan atau update data secara berkala sebagai bentuk penguatan keamanan akunnya.
Imbas dari peretasan yang menyebabkan error-nya layanan transaksi Bank Syariah Indonesia (BSI) di ATM dan BSI Mobile hampir 1 pekan, Komisi VI DPR meminta direksi BSI dicopot.
Tiga hari tanpa layanan perbankan dari Bank Syariah Indonesia sangat memukul masyarakat Aceh.
BSI perlu memiliki sistem pertahanan elektronik yang kuat. Karena saat ini semua layanan perbankan sudah sepenuhnya berbasis digital.
BSSN menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) terkait gangguan pada sistem elektronik BSI.
Menurut Komisaris BSI Masduki Baidlowi, pihaknya tengah mempertimbangkan pemberian sanksi bagi direksi bank syariah terbesar di Indonesia tersebut.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved