Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Etikah Karyani mengatakan mengatakan serangan siber ransomware LockBit 3.0 terhadap Bank Syariah Indonesia (BSI) perlu dipastikan apakah hanya sekadar ancaman atau ada yang dituju.
Bila memang data nasabah setelah melewati tenggat waktu negosiasi pada akhirnya diunggah oleh pelaku ke situs dark web, tentu banyak nasabah yang dirugikan. Bila ini yang terjadi, maka baik direksi maupun komisaris wajib bertanggung jawab atas kelalaian mereka untuk menjaga keamanan data para nasabahnya.
Merujuk pada Peraturan OJK No. 6/POJK.07/2022 Tahun 2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, menyebut bahwa perusahaan jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen.
Baca juga: Tangani Dugaan Serangan Siber, BSI dan BSSN Perkuat Sinergi
"Bila ada terbukti kerugian konsumen yang ditimbulkan atas kebocoran data, dan kelumpuhan sistem yang mengganggu kegiatan ekonomi telah merugikan nasabah, Perusahaan harus punya tanggung jawab melakukan recovery plan akibat kesalahan dan kelalaian. Ini harus dilakukan oleh direksi, komisaris, pihak ketiga yang bekerja mewakili kepentingan POJK tersebut. Sebab tidak cukup hanya direksi yang bertanggung jawab," kata Etikah saat dihubungi, Selasa (16/5).
BSI harus bekerja sama dengan nasabah menerima laporan mereka akan berapa kerugian ekonomi yang ditimbulkan dari kelumpuhan sistem perbankannya, untuk kemudian bersama pakar ekonomi syariah, menghitung, dan memformulasikan solusi yang bisa dihasilkan sebagai bentuk kompensasi kepada nasabah.
Baca juga: Kembalikan Kepercayaan Nasabah, BSI Harus Bertanggung Jawab
"Selama ini BSI juga tidak terbuka dengan nasabah tentang apa yang terjadi. Ini terlihat saat mereka masih diam ketika di hari Senin nasabah sudah mulai merasakan tidak bisa mengakses layanan apapun di perbankan BSI. Seharusnya mereka mengumumkan apapun yang terjadi, untuk menjaga kepercayaan nasabahnya," kata Etikah.
Dengan kepemilikan BSI didominasi oleh Bank Mandiri yang notabene adalah perusahaan milik negara, seharusnya Kementerian BUMN juga ikut bertanggung jawab atas kasus BSI ini.
Apalagi Indonesia baru bereuforia dengan terbentuknya bank syariah terbesar penggabungan tiga bank dengan aset yang besar. Kejadian peretasan ini akan mencoreng reputasi BSI di mata nasabah yang baru berpindah dari bank konvensional ke bank syariah.
"Target hacker lebih kepada menghancurkan reputasi bank," kata Etikah.
Efek yang mungkin dikhawatirkan BSI dengan kejadian ini menurut Etikah, adalah risiko reputasi perbankan syariah, dan berdampak sistemik apabila dari awal BSI bersuara. Meski akibatnya karena sangat tertutup membuat kepercayaan nasabah berkurang.
"Ini yang saya tahu sudah mulai terjadi rush (penarikan uang besar-besaran). Karena dampak ekonomi terhadap UMKM pasti ada dengan kerugian sekian hari mereka tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi," kata Etikah.
Padahal pemerintah sedang melakukan transformasi digital untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dan bisa lebih kompetitif. Namun kejadian ini memperlihatkan bahwa negara kita sendiri tidak aman.
"Yang paling tidak aman di Indonesia adalah lembaga pemerintah, paling banyak di-hack. Untuk masuk ke block-chain dan menjadi negara industri halal terbesar di dunia, harus dipastikan aman dahulu datanya. Apalagi perbankan yang secara IT, investasinya begitu besar ke digital," kata Etikah. (Try/Z-7)
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (1/1). Dalam kesempatan tersebut
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi berstatus badan usaha milik negara (BUMN) setelah negara memiliki Saham Seri A Dwiwarna. Keputusan ditetapkan dalam RUPSLB 2025.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengirimkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh, khususnya di 17 kota/kabupaten yang mengalami dampak serius.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar Baznas Fundraising Forum: Menjalin Kolaborasi dan Menguatkan Sinergi untuk Kepedulian Sosial.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi pelajar berprestasi melalui program BSI Scholarship.
Mengacu pada data Kementerian Agama, saat ini jumlah waiting list atau daftar tunggu jamaah haji Indonesia mencapai 5,2 juta jamaah.
Menyambut akhir tahun 2025, bank bjb kembali menghadirkan program promosi spesial bertajuk bjb Boom SurePrize.
Kampanye #PlayMyWay dilakukan sepanjang 2025 dengan berbagai aktivitas yang merangkul berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman autentik.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
Bank Woori Saudara (BWS) perkuat inovasi digital dengan fitur cross-border cardless withdrawal dan mobile banking, meningkatkan layanan transaksi nasabah.
Dalam memberdayakan masyarakat inklusi, bank yang didirikan pada 2010 sebagai Unit Usaha Syariah BTPN ini juga membuka kesempatan kepada semua terlibat menjadi manfaat bagi semua umat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved