Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Sandang Status Persero, BSI Bisa Lebih Lincah Dorong Ekonomi Syariah

Ihfa Firdausya
03/2/2026 08:37
Sandang Status Persero, BSI Bisa Lebih Lincah Dorong Ekonomi Syariah
Ilustrasi(Antara)

Pada 23 Januari 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara administratif telah menyandang status sebagai perusahaan Persero. Perubahan status ini merupakan konsekuensi dari putusan pemegang saham pada RUPSLB tanggal 22 Desember 2025 terkait perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang kemudian memperoleh persetujuan Kementerian Hukum pada 23 Januari 2026. Dalam rangka peresmian status sebagai Persero tersebut, pada 2 Februari 2026 dilakukan tasyakuran sekaligus Milad BSI ke-5 di BSI Tower Jakarta.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo mengungkap manajemen BSI siap mendukung langkah strategis yang ditetapkan pemerintah RI yang selaras dengan arah kebijakan nasional. Hal itu dalam rangka penguatan ekosistem keuangan syariah nasional.

"Amanah pemegang saham yang telah diputuskan di dalam RUPSLB akan memperkuat kapasitas dan kapabilitas BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sehingga akan semakin lincah, solid, dan mampu mendorong ekonomi syariah sebagai arus baru pertumbuhan ekonomi nasional, selain mendorong pengembangan industri dan ekosistem halal di Indonesia," paparnya.

Manajemen BSI, tutur Anggoro, optimistis penyesuaian status sebagai Persero dapat mendukung penguatan ekosistem Danantara, khususnya sektor keuangan. Hal itu juga selaras dengan implementasi ketentuan Undang-Undang BUMN yang menegaskan peran BPI Danantara sebagai pengelola aset dan investasi BUMN. 

Sebagai bank yang baru lahir sebagai hasil merger dari tiga bank syariah pada 2021, BSI terus mengokohkan dirinya sebagai bank dengan kinerja yang solid dan kuat. Hal itu mengantarkan ke posisi pemimpin di level middle Top 10 Bank.

Sejak awal merger, BSI fokus menjalankan fungsi intermediasi dengan fokus penyaluran pembiayaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas. Mayoritas pembiayaan BSI disalurkan pada pada bisnis ritel dan konsumer terutama di ekosistem halal.

Kondisi tersebut membawa dampak terhadap kinerja Perseroan yang cukup solid hingga tutup buku tahun 2025. Tercatat 90% penyaluran pembiayaan BSI didistribusikan kepada segmen ritel, konsumer UMKM dan komersial skala kecil dengan lingkup ekosistem pendidikan dan lembaga kesehatan. Pembiayaan tersebut diberikan pegawai, pengusaha mikro, kecil dan menengah dan ekosistem BUMN.

‘’Kami bersyukur BSI hadir dan melayani umat dengan sepenuh hati melalui penyaluran pembiayaan yang berfokus pada segmen konsumer dan ritel untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas,’’ tegas Anggoro. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya