Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SAHAM PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) jatuh menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) pada perdagangan sesi I Selasa (16/5), pada level 1.600, turun 120 poin (-6,98%) dari penutupan sebelumnya di level 1.720.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina mengatakan gerak volatilitas BRIS memang termasuk lambat merespon isu kelumpuhan sistem layanan elektronik BSI karena peretasan oleh LockBit 3.0
"Minggu lalu itu pada saat ada serangan siber, sahamnya relatif tidak terlalu terpengaruh. Kelihatannya sahamnya baru bereaksi justru di awal pekan ini, yaitu pada dua hari terakhir. Posisi BRIS saat ini tidak terlalu bagus," dalam siaran langsung Instagram Mirae Asset Sekuritas, Selasa (16/6).
Baca juga : BSI Bantah Data Nasabah Disebar ke Dark Web
Perseroan memang sudah menyatakan data-data nasabahnya tetap aman. Tetapi di masyarakat juga terjadi kekhawatiran data-data itu tersebar.
Baca juga : Ini Pengertian dan Perbedaan Malware, Ransomware, Social Engineering, dan Ancaman Siber Lainnya
Ini menjadi salah satu perhatian dari bank. Dua tahun lalu ramai kekhawatiran terkait keamanan siber pada bank digital, namun sekarang ini justru menimpa bank konvensional.
Padahal sebenarnya bank konvensional, dengan usia yang sudah relatif lebih lama dari bank digital seharusnya punya pengamanan siber yang lebih baik.
"Jadi ARB BRIS memang lebih terpengaruh oleh isu itu. Bagaimana nanti perseroan meredamnya, itu yang akan mempengaruhi harganya. Sehingga pasar melihat lebih ke arah bagaimana perlawanan perseroan," kata Martha.
Sejauh ini perseroan baru menyampaikan press rilis, menyampaikan meminta nasabah untuk tetap tenang, dari sisi transaksi nasabah sudah bisa bertransaksi. Terkait isu kebocoran data, perseroan sedang menelusurinya.
"Masih dalam penanganan. Istilahnya seperti itu," kata Martha. (Z-8)
IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu (11/2/2026) pagi dibuka menguat 21,05 poin atau 0,29 persen. Simak analisis pasar dan pergerakan indeks LQ45 di sini.
IHSG hari ini Selasa (10/2/2026) dibuka melemah tipis namun berbalik melonjak 1% ke level 8.115. Simak analisis MSCI dan pergerakan saham BUMI di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pasar modal Indonesia secara jangka menengah-panjang masih sangat prospektif dan menarik bagi investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah kepemimpinan langsung dalam mereformasi sektor keuangan dan fiskal nasional.
Penelitian Cybernews menemukan kebocoran hingga 730 TB data pengguna dari ratusan aplikasi AI di Google Play Store akibat praktik keamanan yang lemah dan enkripsi hardcoded.
WhizHack berfokus pada konvergensi IT dan OT, yang menjadi perhatian penting di tengah tren digitalisasi yang semakin berkembang.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez umumkan rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi memberantas 'Wild West' digital.
SEBAGAI salah satu perusahaan asuransi jiwa nasional yang berperan aktif dalam pengembangan industri terkait, BRI Life menjalankan berbagai inisiatif transformasi digital.
Meningkatnya penggunaan aplikasi keuangan digital di Indonesia diikuti oleh risiko kejahatan siber yang semakin kompleks.
Tech Data, anak perusahaan TD SYNNEX, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sangfor Technologies untuk menghadirkan solusi infrastruktur teknologi informasi (TI) terintegrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved