Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI era digital yang semakin terhubung dan berbasis mobile, tantangan keamanan siber di Indonesia terus meningkat. Hal ini mendorong berbagai organisasi, termasuk penyedia layanan publik, untuk memperkuat sistem pertahanan mereka terhadap serangan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dalam wawancara bersama Media Indonesia, Director of Customer Success di Appdome Dean McDonald menekankan pentingnya pendekatan keamanan yang lebih modern untuk melindungi identitas pengguna dari ancaman AI yang kian canggih.
“Standar keamanan saat ini sudah tidak lagi memadai untuk mengatasi serangan berbasis AI. Ancaman dari pelaku kejahatan siber berkembang jauh lebih cepat dibanding perkembangan kerangka kerja keamanan tradisional,” ujar McDonald.
Menurutnya, Appdome hadir sebagai platform AI-native yang mampu memberikan perlindungan menyeluruh terhadap identitas pengguna dalam aplikasi mobile, termasuk milik instansi layanan publik.
McDonald menjelaskan bahwa banyak organisasi hanya berpatokan pada standar atau compliance dalam membangun sistem keamanan mereka. Namun, pendekatan ini hanya mencakup sebagian kecil dari ancaman yang sebenarnya.
“Compliance-based standards hanya mencakup sekitar 20% dari jenis serangan yang ada saat ini. Sisanya—yakni 80%—merupakan serangan berbasis AI dan teknik canggih lain yang tidak tercakup dalam standar lama. Appdome hadir untuk mengisi celah tersebut,” jelas McDonald.
Dengan mengintegrasikan teknologi AI secara menyeluruh dalam platform-nya, Appdome memungkinkan perlindungan menyeluruh dari login hingga logout, bahkan terhadap ancaman seperti deepfake, spoofing, dan serangan man-in-the-middle.
Kepercayaan publik menjadi elemen vital dalam transformasi digital sektor publik, khususnya dalam konteks e-commerce dan e-government di Indonesia.
McDonald menekankan bahwa pengguna harus merasa aman saat menggunakan aplikasi yang berkaitan dengan data sensitif seperti layanan keuangan, kesehatan, hingga administrasi kependudukan.
“Di Indonesia, masyarakat mengandalkan aplikasi mobile untuk berbagai keperluan. Oleh karena itu, penting bagi instansi atau brand untuk memastikan bahwa aplikasi mereka dapat dipercaya. Appdome memungkinkan organisasi untuk menjamin bahwa hanya pengguna sah yang dapat mengakses akun mereka,” ungkap McDonald.
Saat ditanya mengenai bagaimana perusahaan di Indonesia dapat terus tumbuh secara digital tanpa mengorbankan keamanan, McDonald menjawab singkat: “Embrace AI.”
Menurutnya, jika pelaku serangan siber sudah menggunakan AI untuk melancarkan serangan, maka organisasi juga harus menggunakan AI untuk melindungi diri mereka.
Appdome dapat diintegrasikan dengan berbagai Web Application Firewall (WAF) yang umum digunakan oleh merek aplikasi mobile. Integrasi ini menjamin bahwa setiap transaksi pengguna berlangsung dengan aman—tanpa gangguan atau manipulasi pihak ketiga.
“Seluruh interaksi pengguna dengan aplikasi, mulai dari pembukaan hingga penutupan, dapat dijamin keasliannya,” tambah McDonald.
McDonald mengungkapkan bahwa Indonesia kini menjadi salah satu sasaran utama serangan bot dan AI-driven.
“Kami mencatat bahwa sebagian besar serangan berbasis bot yang kami pantau berasal dari wilayah Indonesia. Ini menunjukkan pentingnya tindakan perlindungan yang tepat untuk aplikasi mobile di pasar ini,” ungkapnya.
McDonald juga memperingatkan tentang meningkatnya risiko terhadap data biometrik.
“Pelaku kejahatan siber kini sudah bisa memalsukan suara, gambar, bahkan video untuk membobol sistem keamanan. Appdome dapat mendeteksi dan memblokir penggunaan data biometrik palsu dengan teknologi verifikasi liveness berbasis AI,” ujarnya.
Sebagai penutup, McDonald mengingatkan bahwa organisasi di Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan teknologi keamanan lama atau standar compliance semata.
“Jangan hanya berpegang pada compliance. Appdome tidak hanya memastikan bahwa Anda patuh terhadap standar, tapi juga memberikan proteksi terhadap ancaman nyata yang terus berkembang,” tegasnya.
Dengan pendekatan AI-native dan tanpa memerlukan integrasi kode (no-code), Appdome menawarkan solusi yang efisien, hemat waktu, dan tidak membebani tim pengembang.
“Kami mengambil alih beban kerja tim developer, dan yang terpenting: kami memberikan jaminan bahwa identitas pengguna benar-benar aman,” pungkas McDonald. (Z-1)
Operator seluler tidak hanya bertarung melawan ancaman siber konvensional, tetapi juga mulai menghadapi risiko operasional baru akibat adopsi teknologi mutakhir.
China Mobile International (CMI) Indonesia menyelenggarakan forum TechConnect+ 2025 yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.
Ancaman kejahatan digital di Indonesia diperkirakan akan meningkat signifikan sepanjang 2025. Keamanan siber nasional membutuhkan perhatian serius.
Kemitraan ini bertujuan menyediakan solusi keamanan siber yang menyeluruh, terukur, dan terjangkau bagi perusahaan menengah hingga besar.
Habibi memenangkan kompetisi World Invention Competition and Exhibition 2025 berkat inovasinya di bidang keamanan siber dan kriptografi kuantum
Cortex AgentiX menghadirkan revolusi otomasi keamanan siber untuk menghadapi ancaman dari penyerang dengan bantuan AI
Bermula dari medium ekspresi sederhana, SnackVideo kini berkembang menjadi kekuatan yang mendorong dampak sosial nyata bagi komunitas di berbagai daerah.
Aplikasi ini diunduh oleh dua juta investor di sepanjang tahun ini, naik 37% dibandingkan tahun 2024
Money Lovers merupakan aplikasi untuk pencatatan keuangan pribadi mulai dari pencatatan pengeluaran harian, pengaturan anggaran, pengingat tagihan, hingga analisis laporan pengeluaran.
Hindari kemacetan saat libur Nataru dengan aplikasi pantau kemacetan lalu lintas terbaik. Cek kondisi jalan dan rute alternatif secara real-time.
Kini, pengguna aplikasi bisa dengan mudah cek jadwal film, pilih kursi dan bayar tiket bioskop tanpa perlu berpindah aplikasi.
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin populer sebagai penyelamat di detik-detik akhir ketika seseorang harus membuat presentasi cepat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved