Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
"Kami tidak tahu berapa lama kabinet sementara ini akan bertahan. Tugas kami sekarang adalah mengikuti proses ini dengan hati-hati."
Para pejabat PBB sedang berusaha mengonfirmasi secara tertulis janji-janji lisan keamanan dari Taliban, yang mengambil alih Afghanistan, akhir bulan lalu.
TALIBAN mengumumkan pemerintahan mereka pada Selasa (7/9), beberapa minggu setelah mereka meraih kekuasaan dan menggulingkan presiden yang didukung AS.
Empat orang AS meninggalkan Afghanistan melalui darat pada Senin (6/9) dengan sepengetahuan Taliban dalam keberangkatan pertama yang diatur pemerintah AS.
Kelompok Taliban mengatakan perempuan akan diizinkan untuk kuliah di universitas swasta di bawah pemerintahan baru.
Direktur darurat regional WHO Rick Brennan mengungkapkan sekitar 90% dari 2.300 fasilitas kesehatan di seluruh negeri mungkin harus ditutup secepatnya minggu ini.
Sekitar 600-1.300 orang telah menunggu dekat bandara Mazar-i-Sharif selama seminggu
Iran, kekuatan muslim syiah yang dominan di kawasan itu, sampai sekarang menahan diri untuk tidak mengkritik Taliban sejak kelompok suni itu merebut Kabul pada 15 Agustus.
Tiga minggu setelah merebut kekuasaan tetapi belum ada pemerintahan yang diumumkan sejauh ini.
"Dengan kemenangan ini, negara kami benar-benar keluar dari rawa perang," kata kepala juru bicara Zabihullah Mujahid.
"Kami hanya perlu berbicara dengan Taliban tentang bagaimana kami bisa membawa orang-orang yang telah bekerja untuk Jerman keluar dari negara itu,"
Menlu AS Antony Blinken terbang menuju ke Qatar dalam perjalanan pertamanya sejak Taliban mengambil alih Afghanistan.
Taliban Pakistan, pada Minggu (5/9), mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan empat penjaga paramiliter di Kota Quetta.
JURU Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa Taliban berjanji untuk menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan dan akses bantuan di Afghanistan.
Negara itu akan menyediakan pasokan yang sangat dibutuhkan saat bantuan dari negara-negara Barat sedang terhenti setelah Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus.
Itu merupakan bukti nyata atas perlakuan kasar kelompok Taliban terhadap kalangan perempuan. Padahal, pemimpin Taliban sempat menjanjikan pemerintahan yang berbeda.
Beberapa pengungsi dari Afghanistan yang sebelumnya berada di Qatar kini di AS dan beberapa lainnya sedang diproses di Eropa
Salah seorang mantan pegawai pemerintahan Afghanistan menyatakan Taliban berupaya mengambil akun surel mantan pejabat.
Ia berharap aksi brutal saat Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996 sampai 2001 jangan sampai terulang
"Penting kami membantu mereka yang melarikan diri dari Afghanistan dan tidak membiarkan krisis di sana merusak stabilitas regional," kata Menlu Inggris Dominic Raab
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved