Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (7/9), memberikan tanggapan yang hati-hati kepada pemerintahan Afghanistan yang baru diumumkan oleh Taliban, dengan mengatakan dia akan mengikuti dengan cermat arah masa depan mereka.
Dalam pernyataan pertamanya tentang penunjukan Mullah Mohammad Hassan Akhund sebagai pemimpin Taliban, Selasa (7/9), Erdogan mengatakan dia tidak tahu berapa lama susunan pemerintahan baru saat ini akan bertahan.
"Seperti yang Anda ketahui sekarang, sulit untuk menyebutnya permanen, tetapi kabinet sementara telah diumumkan," kata Erdogan kepada wartawan selama penampilan media bersama dengan Presiden Republik Demokratik Kongo Felix Tshisekedi yang sedang berkunjung.
Baca juga: PBB Ingin Segera Kirim Bantuan ke Afghanistan Melalui Darat
"Kami tidak tahu berapa lama kabinet sementara ini akan bertahan. Tugas kami sekarang adalah mengikuti proses ini dengan hati-hati," katanya.
Sebelumnya, Selasa (7/9), Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga menyuarakan kehati-hatian, dengan mengatakan masyarakat internasional tidak boleh terburu-buru mengakui legitimasi Taliban.
"Tidak perlu terburu-buru," kata Cavusoglu. "Ini adalah saran kami kepada seluruh dunia. Kita harus bertindak bersama dengan komunitas internasional."
Turki telah mengadakan pembicaraan rutin dengan Taliban di Kabul, tempat negara tersebut masih memiliki kehadiran diplomatik, tentang kondisi di mana mereka dapat membantu mengoperasikan bandara ibu kota Afghanistan.
Para pejabat AS mengatakan mereka tidak lagi mengontrol wilayah udara di Afghanistan dan bahwa bandara utama di Kabul, yang direbut militer AS pada Agustus untuk evakuasi, dalam keadaan rusak.
Cavusoglu mengatakan Turki bekerja sama dengan Qatar dan AS dengan syarat bandara dapat dibuka kembali untuk penerbangan reguler yang diperlukan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan, mengevakuasi warga sipil yang terdampar, dan membangun kembali misi diplomatik di Kabul.
Namun, dia mengatakan keamanan tetap menjadi masalah utama, yang menekankan bahwa penerbangan komersial tidak akan pernah dapat dilanjutkan sampai maskapai - dan perusahaan asuransi mereka - merasa bahwa kondisinya cukup aman.
"Dalam pandangan saya, pasukan Taliban atau Afghanistan dapat memastikan keamanan di luar bandara," kata Cavusoglu. "Tapi di dalam, mungkin ada perusahaan keamanan yang dipercaya oleh masyarakat internasional atau semua perusahaan lain."
"Bahkan jika maskapai penerbangan, termasuk Turkish Airlines, ingin terbang ke sana, perusahaan asuransi tidak akan mengizinkannya," tandasnya. (AFP/OL-1)
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Penghentian penyelidikan antidumping oleh Turki menjadi penegasan atas meningkatnya kredibilitas produk baja nirkarat Indonesia di pasar internasional.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Presiden Donald Trump umumkan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Langkah ini diambil di tengah wacana opsi militer AS ke Teheran.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Menlu RI Sugiono menegaskan posisi Turki sebagai mitra strategis Indonesia sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah memperdalam kerja sama bilateral.
Menlu RI Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Erdogan di Istanbul untuk menyampaikan hasil Dialog 2+2 dan menegaskan kerja sama strategis bilateral.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Rencana Trump tentang Gaza menyerukan tata kelola internasional sementara atas wilayah kantong Palestina dan pembentukan dewan perdamaian yang diketuai oleh dirinya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan drone Ukraina terhadap dua kapal tanker di Laut Hitam yang menuju Rusia.
Persaingan Australia dan Turki dalam memperebutkan posisi tuan rumah KTT Iklim PBB (COP31) memanas. Jika tak tercapai kesepakatan, Jerman akan menjadi tuan rumah default.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved