Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PBB berharap segera mengirimkan bantuan ke Afghanistan melalui darat. Perwakilan baru badan global tersebut kini sedang dalam perjalanan ke negara itu.
"Kami ingin melakukan awal perjalanan darat dari negara lain untuk mengirim pasokan," kata wakil sekjen urusan kemanusiaan dan koordinator bantuan darurat Martin Griffiths, Selasa (7/9).
Griffiths, berbicara melalui konferensi video, bertemu dengan pemimpin baru Taliban di Kabul, Minggu (5/9) dan Senin (6/9). Agar bantuan mengalir, pemerintah Afghanistan yang baru harus memberikan keamanan.
"Kita perlu memastikan keamanan untuk memungkinkan pengiriman kemanusiaan," ujarnya Griffiths.
Baca juga: Hujan Kritik atas Pemerintahan Baru Afghanistan
Dia menambahkan, para pejabat PBB sedang berusaha mengonfirmasi secara tertulis janji-janji lisan keamanan dari Taliban, yang mengambil alih Afghanistan, akhir bulan lalu.
"Badan-badan kemanusiaan di seluruh dunia di setiap negara membutuhkan kemandirian dalam penilaian, penyampaian dan pemantauan bantuan, keamanan dan keselamatan pekerja kemanusiaan nasional dan internasional serta keluarga mereka," tuturnya.
Griffiths juga mengonfirmasi bahwa kepala badan pengungsi PBB UNHCR, Filippo Grandi, sedang dalam perjalanan ke Afghanistan dan berharap dapat melakukan perjalanan dari Kabul ke kota selatan Kandahar.
Pekan lalu, PBB mengumumkan bahwa penerbangan kemanusiaan, termasuk dari Pakistan, telah dilanjutkan ke Afghanistan utara dan selatan.
Sekitar 600.000 warga Afghanistan mengungsi tahun ini karena kerusuhan, ungkap Griffiths.
Menurut pejabat PBB, sekitar setengah dari populasi negara itu, atau 18 juta orang, membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengadakan pertemuan tingkat menteri internasional di Jenewa, Senin (6/9), untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan.
Pejabat PBB sedang mencari US$606 juta atau sekitar Rp8,54 triliun untuk membantu negara itu hingga akhir tahun. (Straitstimes/OL-1)
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh serangan udara AS dan Israel sengaja menargetkan area residensial. Ribuan bangunan hancur dan ancaman hujan asam mengintai.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Menlu Iran Abbas Araqchi kecam Sekjen PBB karena lebih cemas pada ekonomi global daripada pembantaian warga sipil, termasuk 175 anak-anak di Kota Minab.
Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved